Ketika Pepih Nugraha, Mantan Founder Kompasiana, Bercerita Tentang Awal Terbentuknya Kompasiana

Pepih Nugraha yang didaulat sebagai pembicara dalam acara Pelatihan Fotografi dan Jurnalisme Online kerjasama Pertamina dan PWI

Ketika Pepih Nugraha, Mantan Founder Kompasiana, Bercerita Tentang Awal Terbentuknya Kompasiana
Tribun Bali/Busrah Ardans
Pepih Nugraha salah satu pendiri Kompasiana saat memberikan pelatihan Jurnalisme Online, Sabtu (28/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pepih Nugraha yang didaulat sebagai pembicara dalam acara Pelatihan Fotografi dan Jurnalisme Online kerjasama Pertamina dan PWI, Sabtu (28/4/2018), di Banjar Sangging Kabupaten Klungkung, siang tadi banyak bertutur seputar pengalaman kerjanya.

Usai membawakan materi, Tribun Bali mencoba mengetahui lebih dalam bagaimana proses terbentuknya Kompasiana yang saat ini kata Pepih, penulisnya sudah mencapai 350 ribu user's register.

Awalnya kata Pepih, dirinya diberi challenge karena mulai menulis media online itu sekitar 2004.

"Setelah membaca buku Wie Media karya Dan Gillmore waktu itu. Saya masih ingat dan saya menulis banyak di harian Kompas tentang media sosial segala macam. Kemudian dari sana diberi challenge untuk membentuk media online saja," ungkap Pepih. 

Akhirnya kata dia, dari 2007 mengelola kompas.com setahun kemudian lahirlah kompasiana karena kesukaannya bermain blog.

"Awalnya hanya untuk para jurnalis saja, karena saya jurnalis dan punya mimpi, harapan, opini, kan, gak mungkin kalau ditulis di media sendiri. Itu memungkinkan dan laku sekali karena orang ingin apa yang ditulis misalnya Budiarto Sambazy, dan lainnya. Dari situ kemudian traffic naik tinggi. Ketika saya keluar itu wartawan dan penulisnya sekitar 350 ribu user's register, 50 pekerja, traffic alexa-nya sudah di bawah 30-an, sehingga jika dijual pun saya dengar sudah sampai ratusan miliar," jelasnya.

Pada tahun pertama itu, kompasiana membuat orang merasa membutuhkannya.

"Orang merasa ingin punya akun di sana dan itu menjadi viral. Akhirnya satu ngajak satu, satu lagi ngajak yang lain, inilah yang membuat pengguna merasa butuh dengan kompasiana," ujarnya.

Namun dari sisi bisnis kata dia, setahun itu belum menghasilkan apapun, baru lima tahun kemudian dari segi bisnis, kompasiana sudah bisa dikatakan 'menghasilkan'.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help