Mosis Pambandi: Fotografi Adalah Bagaimana Kita Melihat Bukan Apa yang Dilihat

Mosis Pambandi pemateri seputar fotografi dalam acara Pelatihan Fotografi dan Jurnalisme Online mengungkapkan, ada tiga hal tentang fotografi

Mosis Pambandi: Fotografi Adalah Bagaimana Kita Melihat Bukan Apa yang Dilihat
Tribun Bali/Busrah Ardans
Mosis Pambandi saat membawakan materi fotografi, di Banjar Sanggih, Klungkung, Sabtu (28/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Mosis Pambandi yang membawakan materi seputar fotografi dalam acara Pelatihan Fotografi dan Jurnalisme Online di Banjar Sanggih, Kabupaten Klungkung, Sabtu (28/4/2018) siang tadi,  mengungkapkan, dalam fotografi ada tiga hal yang menjadi pokoknya yakni cara melihat, memotret, dan menampilkan pada pemirsa.

Pada kesempatan ini, pria yang bekerja di Galeri Foto Jurnalistik Antara ini hanya menjelaskan bagian pertama.

"Cara melihat itu bukan apa yang kita lihat tetapi bagaimana kita melihat peristiwa atau suatu momen. Dalam hal ini harus memperbanyak menumbuhkan kepekaan sosial dengan cara terus berlatih. Sehingga kepekaan itu akan kita peroleh dengan sendirinya," jelasnya.

Yang paling awal kata dia ialah berbicara tentang kontras.

"Jadi tidak boleh warna background itu sewarna dengan fokus foto. Misalkan ada warna gelap di belakang, coba cari momen atau fokus yang bisa mengkontraskan antara background dan fokus utamanya," terangnya.

Kemudian cara isolasi, sambungnya isolasi merupakan cara fotografi yang memotret fokus pada figur utama dan background belakangnya itu terblur.

Selanjutnya, soal garis tegak, datar, lengkung dan diagonal.

"Garis tegak menggambarkan kekokohan dan kekuatan, namun kaku seperti gambar pasukan yang berbaris. Selain itu garis datar seperti gambar pemandangan itu menggambarkan ketenangan, kedamaian, namun maksud yang terlihat adalah statis dan tidak ada gejolak. Coba lihat foto pemandangan itu kan, semacam damai, tenang tapi statis. Itulah garis datar," ungkapnya.

Sedangkan, garis melengkung menggambarkan keaktifan adanya aksi energik dan bergejolak.

"Kalau garis diagonal itu adanya kemiringan," pungkasnya.(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help