Petani Bali Menurun 8500 Orang Pertahun

Kecenderungannya kalau mengelola lahan sempit di Bali tidak untung, ada kecendrungan petani tidak mau mengolah lahannya lagi.

Petani Bali Menurun 8500 Orang Pertahun
Tribun Bali / Putu Supartika
Hamparan sawah di pinggir Jalan Abang-Amlapura yang bisa dilihat dari ketinggian 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam Simakrama Gubernur Bali di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Sabtu (28/4/2018) pagi, Prof. Dewa Ngurah Suprapta, guru besar Imu Pertanian Unud mengatakan bahwa setiap tahun petani di Bali menurun 8.500 orang.

"Kita memiliki 400 ribu orang petani dan cenderung menurun 8500 orang pertahun," kata Suprapta.

Apalagi menurutnya era sekarang adalah era revolusi industri 4.0 yang cirinya adalah digitalisasi di segala aspek kehidupan. 

Sehingga dituntut semua orang agar menyesuaikan dengan hal ini.

Petani-petani Bali belum mempunyai kebanggan bekerja di sektor pertanian karena teknologi, manajemen, kelembagaan belum mampu melakukan perubahan secara drastis sesuai revolusi industri 4.0 tersebut.

Selain itu tantangan besar pertanian Bali yang berkelanjutan adalah lahan.

"Lahan menyusut adalah tantangan besar bagaimana pertanian di Bali agar berkelanjutan. Hanya kurang dari stengah hektar bagaimana bisa hidup," katanya.

Ia mencontohkan dengan Subak Ayunan yang ada di Badung.

Subak tersebut memiliki lahan 122 ha dengan anggota subak 222 orang. 

Sehingga rata-rata petani di sana hanya menggarap setengah hektar tanah.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help