Renae Lawrence 'Bali Nine’ Siap Dibebaskan Dari Rutan Bangli Tahun Ini

Satu dari 9 terpidana kasus narkoba “Bali Nine” Ranae Lawrence mengungkapkan dirinya akan bebas pada tahun ini.

Renae Lawrence 'Bali Nine’ Siap Dibebaskan Dari Rutan Bangli Tahun Ini
Bidik layar dailymail.co.uk
Terpidana 20 Tahun, Renae Lawrence "Bali Nine" saat unjuk kebolehan menari Bali di Rutan Kelas II Bangli, Bali, Jumat (27/4/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Satu dari 9 terpidana kasus narkoba “Bali Nine” Renae Lawrence mengungkapkan dirinya akan bebas pada tahun ini.

Ditemui saat peringatan Dewan Kebangsaan Indonesia di Rutan Kelas II A Bangli, Jumat (28/4/2018), Ranae terlihat tengah menghabiskan waktunya di rutan dengan menari Bali.

Melansir Daily Mail, dalam acara tersebut, mantan pekerja pariwisata dari Newcastle yang telah menganut agama Hindu ini terlihat sangat luwes saat menari dengan menggunakan kostum tradisional laki-laki.

Menurutnya, dia telah belajar menari Bali sejak dipenjara di Lapas Kerobokan.

“'Tapi di sini, para penjaga menyuruhku berdansa. Jadi saya belajar lagi. Staf penjara mengajari kami. Kami juga belajar dari internet, mengunduh video tarian dan kami mengikuti itu,” kata Lawrence.

Lawrence juga mengungkapkan kepada Daily Telegraph, sejatinya ia bisa bebas pada awal Mei tahun ini karena adanya remisi tahunan dan pengurangan hukuman, namun ada satu syarat lain yang menurutnya tak bisa dipenuhinya, oleh karena itu, ia memilih menjalani sisa hukuman selama 6 bulan lagi di penjara.

Seperti diketahui, Ranae Lawrence adalah salah satu anggota Bali Nine yang ditangkap pada tahun 2005  karena tiba di Bandara Ngurah Rai dengan 2,7 kilogram heroin.

Lawrence awalnya dijatuhi hukuman seumur hidup namun berkat proses bandingnya yang berhasil hukumannya pun dikurangi menjadi 20 tahun.

Lawrence adalah satu-satunya anggota dari 'Bali Nine' yang tidak dipenjara seumur hidup atau mendapat hukuman mati

Ia lebih beruntung daripada dua temannya yang lain yaitu Myuran Sukumaran dan Andrew Chan yang meregang nyawa di hadapan regu tembak pada tahun 2015.

Kepala Rutan Bangli, Diding Alpian pun disebut memuji Lawrence, karena merupakan satu-satunya orang Barat yang ditahan dan mengikuti fasilitas rutan tersebut.

Lawrence disebut telah menjalani proses rehabilitasi dan menggunakan fasilitas yang ada, ia juga telah mempunyai beberapa hobi baru.

Seperti memulai kelas untuk mengajar tari tradisional Bali kepada sesama narapidana - dan bahkan anak-anak, serta menjahit dompet buatan tangan untuk dijual di pasar turis di sekitar Ubud.

Dia disebut akan memenuhi syarat untuk dibebaskan dari penjara pada bulan November. (dailymail.co.uk)

Penulis: Eviera Paramita Sandi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved