Home »

Bali

Debat Perdana Pilgub Bali 2018 Kurang `Menggigit`, Hanya Seru di Sesi Akhir

Yel-yel dukungan dari kedua pendukung pasangan calon di Pilgub Bali menggema saat debat perdana Pilgub Bali 2018

Debat Perdana Pilgub Bali 2018 Kurang `Menggigit`, Hanya Seru di Sesi Akhir
Tribun Bali/Rizal Fanany

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Yel-yel dukungan dari kedua pendukung pasangan calon di Pilgub Bali menggema di Ballroom Goodway Hotel and Resort, Mumbul, Badung, Sabtu (28/4/2018).

Pada malam itu KPU (Komisi Pemilihan Umum) Bali menggelar debat perdana Pilgub Bali 2018 dengan tema `Memajukan dan Menyelesaikan Permasalahan Daerah`. 

Kedua pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur tampaknya berusaha tampil optimal dalam debat sebanyak enam sesi, yang disiarkan secara langsung oleh stasiun TV nasional itu.

Namun, dari pantauan Tribun Bali, situasi debat berlangsung paling seru justru di sesi akhir, yakni sesi ketika kedua paslon diberi kesempatan untuk melakukan tanya-jawab.

Pada sesi-sesi sebelumnya, para paslon tampil relatif cukup datar dan kurang `menggigit`.

Pasangan nomor urut satu adalah Wayan Koster-Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Koster-Ace), dan pasangan nomor urut dua ialah Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta (Mantra-Kerta).

Debat juga disaksikan oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika dan sejumlah pejabat Pemprov Bali lainnya.

Ketika mendapatkan giliran bertanya di sesi keenam, cawagub Cok Ace berupaya mengajukan pertanyaan `menyodok` kepada cagub Rai Mantra terkait soal banjir dan sampah di Denpasar.

Cok Ace mengatakan, urusan terpenting dalam industri pariwisata ialah mengenai kenyamanan.

Permasalahan banjir dan sampah inilah, menurut Cok Ace, belum bisa diselesaikan oleh Rai Mantra sebagai Wali Kota Denpasar.

Halaman
1234
Penulis: Ragil Armando
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help