NGERI! Dwi Diduga Gorok Leher Sang Ibu Hingga Tewas, Berawal dari Bau Kembang

Saat ditemui polisi, suami korban itu hanya terdiam dan tak mau memberi keterangan

NGERI! Dwi Diduga Gorok Leher Sang Ibu Hingga Tewas, Berawal dari Bau Kembang
Internet
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, KLATEN - Ny Juwariyah (60), warga Desa Pepe, Ngawen, Kabupaten Klaten, diduga dianiaya sang anak sehingga meninggal.

Ia diduga digorok pada bagian leher oleh Dwi Budiyanto (33), Minggu (29/4/2018) malam.

Adapun sang pelaku sampai Senin (30/4/2018) masih dititpkan di RSJD dr RM Soedjarwadi Klaten, karena diduga sakit jiwa. 

Baca: HEBOH, Bule 24 Tahun Disetubuhi di Semak-semak, Dicegat Saat Berjalan di Pinggir Pantai

Baca: MERINDING, Dapat Order Ayam Utuh Jam 2 Pagi, Driver Ojek Ini Kaget Saat Tiba di Kuburan

Baca: Oknum Guru Digerebek Bareng Mantan Muridnya di Kamar Hotel, Saya Sedang Hibur Dia

Menurut Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Suardi Jumaing,  peristiwa terjadi pada Minggu (29/4/2018) sekitar pukul 21.00 WIB.

Informasi yang diperoleh TribunSolo.com, penganiayaan ini terjadi di rumah ditinggali Budiyanto bersama ibu dan ayahnya,  Rohmat (60).

"Saat Rohmat pulang ke rumah usai menghadiri syukuran tetangga, dia menemui  istrinya tergeletak dengan leher terputus dari badannya," kata AKP Suardi Jumaing kepaa wartawan, Senin (30/4/2018) siang.

Dia mengatakan, Rohmat saat ini dalam kondisi shock.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved