Kepergok Antar Sabu di Lapas Kerobokan, Tangis Wanita Ini Pecah Usai Divonis 6 Tahun Penjara

Raut kesedihan tampak jelas di wajah Siti Mariyam (28), matanya terlihat sembab saat didudukan di kursi persakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar

Kepergok Antar Sabu di Lapas Kerobokan, Tangis Wanita Ini Pecah Usai Divonis 6 Tahun Penjara
Tribun Bali/Putu Candra
 Siti Mariyam (28) menangis usai menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (30/4). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Raut kesedihan tampak jelas di wajah Siti Mariyam (28), matanya terlihat sembab saat didudukan di kursi persakitan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar untuk menjalani sidang putusan, Senin (30/4).

Saat mengetahui dirinya divonis enam tahun penjara, Siti tak kuasa untuk menahan tangis.

Perempuan asal Klaten, Jawa Tengah dinyatakan bersalah oleh majelis hakim, karena membawa narkotik jenis sabu saat membesuk tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Kerobokan.

Terhadap putusan majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa, terdakwa Siti yang didampingi tim penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir.

Hal senada juga disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dewa Arya Lanang Raharja menanggapi putusan majelis hakim.

Sejatinya vonis yang dijatuhkan itu lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa.

Sebelumnya dalam surat tuntutan, Jaksa Arya Lanang menuntut Siti dengan penjara selama tujuh tahun dan enam bulan (7,5 tahun), dan denda Rp 1 miliar, subsidair enam bulan penjara.

Sementara dalam amar putusan, majelis hakim sependapat dengan dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut.

Siti dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkotik, tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman, sebagaimana dakwaan alternatif kedua jaksa penuntut. Atas perbuatannya, Siti dijerat pidana Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotik.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap Siti Mariyam dengan pidana penjara selama enam tahun, dikurangi selama terdakwa menjalani tahanan sementara. Perintah tetap ditahan. Menjatuhkan denda Rp 1 miliar, subsidair empat bulan penjara," tegas Hakim Ketua I Gde Ginarsa.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help