Hari Pendidikan Nasional, Ini Permasalahan Pendidikan SMP di Kota Denpasar

Menurut Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama, masalah yang dihadapi

Hari Pendidikan Nasional, Ini Permasalahan Pendidikan SMP di Kota Denpasar
Tribun Bali/I Putu Supartika
Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama (kiri), didampingi Kasi Kurikulum SMP, Rabu (2/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari ini, Rabu (2/5/2018) merupakan hari Pendidikan Nasional.

Di hari yang spesial untuk dunia pendidikan di Indonesia, bukan berarti pendidikan di Indonesia tanpa masalah.

Sama halnya dengan di Denpasar, juga ada permasalahan terkait pendidikan khususnya di tingkat SMP.

Menurut Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama, masalah yang dihadapi yaitu membludaknya siswa dari kabupaten lain yang ingin sekolah di Denpasar.

"Banyak siswa kabupaten lain ingin sekolah ke Denpasar. Sehingga keadaan sekolah yang hanya ada 13 SMP negeri di Denpasar sulit kita menampung," kata Wiratama yang ditemui di ruangannya.

Ia mengatakan hal itu adalah dilema yang harus dihadapinya.

Jika tidak diterima ada wajib pendidikan 9 tahun, jika diterima jumlah siswa melebihi kapasitas.

"Dilema kita, walaupun ada zonasi ya belum bisa karena ini lintas kabupaten. Dari Sibang, Mambal, Kerobokan, Seminyak sekolah ke Denpasar," imbuhnya.

Ia juga menambahkan, Badung dengan APBD yang tinggi seharusnya bisa membangun sekolah yang bagus.

Saat diserbu siswa, daya tampung menjadi berkurang dan lahan juga tidak ada.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help