Dua Warga Bali Kembali Digigit Anjing Rabies, Baru Diketahui 4 Hari Kemudian Setelah Anjing Sekarat

Dalam kurun seminggu terakhir ini saja, dilaporkan terjadi kasus gigitan anjing yang dinyatakan positif terjangkit rabies

Dua Warga Bali Kembali Digigit Anjing Rabies, Baru Diketahui 4 Hari Kemudian Setelah Anjing Sekarat
Tribun Bali/Dwi
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus rabies di Bali masih terjadi.

Dalam kurun seminggu terakhir ini saja, dilaporkan terjadi kasus gigitan anjing yang dinyatakan positif terjangkit rabies di dua desa wilayah Kabupaten Jembrana.

Informasi yang dihimpun Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, dua kasus gigitan positif rabies tersebut ditemukan di Kecamatan Melaya, tepatnya di Banjar Ambyar Sari, Desa Belimbing Sari dan Banjar Melaya Pasar, Desa Melaya, Jembrana, Bali.

Disebutkan dalam laporan tersebut, HPR (Hewan Penular Rabies) melalui gigitan tersebut berasal dari jenis peranakan anjing lokal Bali yang dilepasliarkan pemiliknya. 

Kasus gigitan pertama dialami oleh Bapang Kiswanto (64), warga Banjar Ambyar Sari, Desa Belimbing Sari, Melaya pada Senin (23/4/2018) lalu .

Dilaporkan, ia mengalami gigitan anjing milik tetangganya di bagian paha dan betis sebelah kanan.

Kendati demikian, anjing diketahui tidak menunjukkan gejala klinis rabies pasca gigitan.

Berbeda dengan kasus gigitan kedua yang menimpa Ni Kadek Dwi Darmayanti (7), warga Banjar Melaya Pasar, Desa Melaya.

Dia dilaporkan mengalami gigitan anjing tetangganya di bagian betis kanan.

Si anjing dilaporkan mengalami gejala sekarat empat hari pasca kejadian. 

Halaman
1234
Penulis: eurazmy
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help