Sakit Hati Gagal Jadi Pemangku, Ngakan Nekat Curi Mobil dan Gabah di Tembuku

Pelaku kasus pencurian mobil beserta gabah milik Desa Pakraman Bangbang, Tembuku, akhirnya ditangkap oleh Polres Bangli, Selasa (1/5).

Sakit Hati Gagal Jadi Pemangku, Ngakan Nekat Curi Mobil dan Gabah di Tembuku
Tribun Bali/M. Fredey Mercury
 Tersangka pelaku pencurian pikap dan gabah, Ngakan NS saat dibawa dari ruang tahanan, Jumat (3/5). 

Pencurian Dilatari Sakit Hati Gagal Jadi Mangku

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pelaku kasus pencurian mobil beserta gabah milik Desa Pakraman Bangbang, Tembuku, akhirnya ditangkap oleh Polres Bangli, Selasa (1/5).

Pelakunya adalah Ngakan NS (30), warga Desa Bangbang sendiri. 

“Atas kejadian ini, pelaku Ngakan NS patut diduga melaukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara,” ujar Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP Fajar Nuur Akbar, Kamis (3/5).

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, Ngakan NS mengakui mencuri lantaran sakit hati karena gagal menjadi pemangku di wilayah Desa Bangbang.

Sedangkan barang curian berupa gabah sudah sempat dijual di tempat penggilingan dengan harga Rp 2.140.000.

Oleh Ngakan NS, uang hasil curian itu digunakan untuk menebus BPKB kendaraan di pegadaian serta untuk membayar cicilan.

Sebelumnya, pikap milik Badan Usaha Desa Bangbang dilaporkan hilang Minggu (8/4).

Selain melarikan mobil, pelaku bahkan juga mengangkut 13 kampil, dari total 21 kampil gabah yang juga berada di selip.

Atas kejadian ini, total kerugian yang dialami diperkirakan mencapai Rp 82,5 juta.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved