Melarat di Pulau Surga

Hidup dari Ngangkut Kotoran Sapi, Polsek Payangan Perbaiki Rumah Mbok Jendra

Beban hidup Mbok Jendra (55) asal Banjar Pilan, Desa Kerta, Payangan akhirnya relatif lebih ringan.

Hidup dari Ngangkut Kotoran Sapi, Polsek Payangan Perbaiki Rumah Mbok Jendra
Istimewa
Polisi Polsek Payangan tengah memperbaiki rumah yang sebelumnya tak layak huni, Minggu (7/5/2018). (istimewa) 


TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Beban hidup Mbok Jendra (55) asal Banjar Pilan, Desa Kerta, Payangan akhirnya relatif lebih ringan.

Polsek Payangan bersama sejumlah dermawan di Payangan telah memperbaiki rumah reot, atap bocor dan berlantai tanah, yang ditinggalinya bersama seorang anaknya, Kadek Dwi, yang masih duduk di bangku kelas V SD.

Berdasarkan data Polsek Payangan yang diterima Tribun Bali, Senin (7/5/2018), Mbok Jendra merupakan warga Payangan yang memiliki beban hidup sangat berat.

Dalam beberapa tahun ini, ia hidup bersama seorang anak perempuannya dari hasil kerja menjadi buruh angkut kotoran sapi.

Dari pekerjaan ini, ia terkadang mendapat upah Rp 30 ribu sampai Rp 40 ribu. Itupun kalau sedang ada yang menyuruh.

Jika tidak, ia tidak segan untuk mengambil pekerjaan apapun, yang penting bersifat positif.

Penderitaan Mbok Jendra semakin berat setelah suaminya meninggal karena sakit. Tak cukup di situ, anak pertamanya juga meninggal dengan cara bunuh diri.

Bersama seorang anaknya, ia hidup di sebuah rumah pinggir sungai, yang relatif jauh dari pemukiman warga.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help