Ratusan Ayam Hasil Penyelundupan Di Gilimanuk Akan Dimusnahkan

Ratusan ekor ayam ilegal ini sebelumnya berhasil diamankan dari tiga pengiriman berbeda melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Ratusan Ayam Hasil Penyelundupan Di Gilimanuk Akan Dimusnahkan
Istimewa
Petugas dari Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar Wilker Gilimanuk tengah mengamankan puluhan ekor ayam jago yang coba diselundupkan ke Bali melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Sabtu (5/5/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Dalam pekan ini Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar Wilayah Kerja (Wilker) Gilimanuk akan memusnahkan ratusan ekor ayam yang coba diselundupkan melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Dikonfirmasi Senin (7/5/2018) pagi ini, penanggung Jawab Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar Wilker Gilimanuk, Ida Bagus Eka Ludra mengatakan ratusan ekor ayam ilegal atau tanpa dokumen resmi karantina ini sedianya akan dimusnahkan pada Kamis (10/5/2018) atau Jumat (11/5/2018) mendatang.

Menurutnya, ratusan ekor ayam ilegal ini sebelumnya berhasil diamankan dari tiga pengiriman berbeda melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk.

Tangkapan pertama pada Rabu (2/5/2018) yakni berupa belasan ekor anak ayam Cemani yang diamankan Polsek Gilimanuk di Pos 2 Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk atau pintu masuk Bali.

Tangkapan kedua yang berlangsung pada Sabtu (5/5/2018) yakni berupa 30 ayam jago dewasa yang diamankan Balai Karantina Pertanian Klas I Denpasar Wilker Gilimanuk di terminal lama Gilimanuk.

Tangkapan terakhir berlangsung pada Minggu (6/5/2018) yakni berupa 120 ekor ayam jago yang diamankan pihak Polsek Gilimanuk di Pos 2 Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk atau pintu masuk Bali.

Masih menurut Eka Ludra, pengiriman ayam-ayam ini selain melanggar UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan juga melanggar Pergub Bali No. 44 Tahun 2005 tentang Penutupan Sementara Pemasukan Unggas Dewasa ke Provinsi Bali.

"Kalau yang ayam Cemani sudah kita tetapkan tindakan Karantina berupa pemusnahan karena pemiliknya tidak mau mengurus Surat Keterangan Kesehatan (SKK) dari pelabuhan asal," katanya.

"Nah nanti sekalian akan dimusnahkan dengan dua tangkapan ayam jago lainnya, kami masih menunggu pemiliknya apakah mau mengurus SKK apa tidak," tandas Eka Ludra. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved