Dollar Tembus Rp 14.000, Begini Langkah Bank Indonesia

Analis Monex Investindo, Putu Agus Pransuamitra memproyeksikan hingga akhir bulan ini jika rupiah terus melemah

Dollar Tembus Rp 14.000, Begini Langkah Bank Indonesia
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Analis Monex Investindo, Putu Agus Pransuamitra memproyeksikan hingga akhir bulan ini jika rupiah terus melemah maka bisa menyentuh Rp 14.120 per dollar AS.

Hal ini mungkin terjadi bila BI tidak melakukan intervensi.

Untung saja, Bank Indonesia kini aktif di pasar keuangan melakukan intervensi dengan memanfaatkan cadangan devisa sehingga pelemahan rupiah berpotensi terbatas.

Bahkan bila, pelanjutan pelemahan rupiah masih terjadi, BI juga siap untuk menaikkan suku bunga.

"Kenaikan suku bunga saya rasa adalah langkah terakhir jika semua instrumen tidak bisa menahan pelemahan rupiah," kata Putu, Senin (7/5/2018).

Menurut Putu, BI masih akan menunggu untuk menaikkan suku bunga acuan sampai Juni 2018 dan melihat reaksi rupiah merespon kebijakan The Fed.

Rupiah pada penutupan perdagangan, Senin telah menembus level Rp 14.000 per dollar AS. Secara teknikal analis memproyeksikan, nilai tukar rupiah hingga akhir bulan ini masih berpotensi lanjutkan pelemahan bila BI tidak melakukan intervensi.

Mengutip Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot pada pukul 17.00 WIB mencapai Rp 14.001 per dollar AS atau melemah 0,41 persen dibandingkan penutupan pekan lalu.

Kurs tengah Bank Indonesia juga mencatat rupiah terdepresiasi 0,09 persen menjadi Rp 13.956 per dollar AS. (Danielisa Putriadita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dollar AS Tembus Rp 14.000, Saatnya BI Naikkan Suku Bunga?"

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help