Liputan Khusus

Imigrasi Beberkan Data, Banyak TKA Ilegal di Bali Berkedok Turis

Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar membeberkan data bahwa cukup banyak wisatawan yang menjadi tenaga kerja asing (TKA) ilegal di Bali.

Imigrasi Beberkan Data, Banyak TKA Ilegal di Bali Berkedok Turis
Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Ratusan pendemo yang menamakan diri Komunitas Pejuang Peduli Bali mendatangi kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Senin (7/5). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar membeberkan data bahwa cukup banyak wisatawan yang menjadi tenaga kerja asing (TKA) ilegal di Bali.

Mereka ilegal karena melakukan kegiatan pemasaran vila dan usaha pariwisata menggunakan visa kunjungan. Mereka berkedok sebagai turis, namun sesungguhnya menjadi pekerja ilegal di sini.

"Dari data kami, paling banyak yang dideportasi (dipulangkan paksa) itu bekerja sebagai tenaga marketing. Mereka menggunakan visa kunjungan. Ini menyalahi aturan, dan memang itu tugas kami untuk menindak. Karena mereka menyalahgunakan izin tinggal," ungkap Kepala Sub Seksi Pengawasan Keimigrasian, Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Ida Bagus Made Suandita saat diwawancara di ruang kerjanya, Senin (7/5).

Sepanjang 2017, berdasarkan data Imigrasi Kelas I Denpasar, jumlah orang asing yang dideportasi oleh Imigrasi Kelas I Denpasar sebanyak 46 orang.

Sedangkan, pada Januari sampai April 2018, jumlah yang dideportasi sebanyak 15 orang. Mereka adalah orang asing yang menyalahgunakan izin tinggal di Bali.

Pendeportasian warga asing tersebut, kata Suandita, rata-rata bersumber dari laporan masyarakat, selain dari hasil pendeteksian melalui sistem di Imigrasi.

"Rata-rata sih dari laporan masyarakat," kata Suandita.

Dijelaskan bahwa Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) bagi warga asing ada dua jenis. Pertama, izin tinggal terbatas bekerja dan tidak bekerja.

KITAS yang tidak bekerja bisa diberikan kepada warga asing yang bersekolah, sukarelawan, dan lansia.

"Kalau untuk bekerja sudah jelas harus ada rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja. Misalnya di dunia pendidikan, bisnis restoran atau hotel-hotel itu sudah melalui rekomendasi dari Dinas Tenaga Kerja," jelas pria yang sudah 15 tahun menjadi staf Keimigrasian itu kepada Tribun Bali.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help