Dapat Jodoh Karena Menenun, Pertenunan Astiti Sempat Jadi Biro Jodoh

Kisah usaha Pertenunan Astiti yang dijuluki 'Biro Jodoh' karena mempertemukan banyak pekerjanya dengan jodoh mereka

Dapat Jodoh Karena Menenun, Pertenunan Astiti Sempat Jadi Biro Jodoh
Tribun Bali/Busrah Ardans
Owner Pertenunan Astiti, I Nyoman Sudira saat ditemui di rumahnya, Selasa (8/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Nyoman Sudira, owner Pertenunan Astiti saat dikunjungi di rumahnya Banjar Jerokapal, Desa Gelgel, Klungkung Bali, Selasa (8/5/2018) kemarin, menceritakan banyak hal unik dan tak terduga dari usaha Tradisional Pertenunan Astiti yang dikelolanya.

Bahkan kata dia suatu masa sempat tempat ini mempertemukan banyak orang dengan jodoh mereka, karena mempekerjakan banyak pemudi.

"Dulu sejak alat tenun sampai 75 unit kan, banyak tuh yang tinggal di rumah ini. Ini banyak kamar lantai satu sampai lantai dua, ini dulu full, sampai ada mereka yang ketemu jodoh di sini. Itulah kenapa dulu di sini sempat disebut 'Biro Jodoh'. Banyak pekerja saya dulu dari Karangasem itu ada tiga perempuan dapat jodoh di sini dan menikah di sini, ada juga dari Gianyar," kenangnya.

Kalau di Bali kata Sudira ada istilah 'nganggur' yang berarti berkunjung ke sini oleh si pria.

"Jadi laki-laki itu datang ke sini. Di sini gak ada penenun cowok, tapi karena mau dekat dengan wanitanya, maka dia belajar tenun. Yah itu kan, biasalah laki-laki itu. Akhirnya kakak beradik itu menikah di sini. Yang biasa saya istilahkan 'kawin tenun'," kata dia sambil tertawa. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help