Desa Batuagung Kembangkan Wisata Alam Puncak JR dan Pemandian Gelar nan Asri

Desa Batuagung juga dikenal memiliki sejumlah objek wisata yang menawarkan keindahan alam. Seperti pemandian umum gelar dan Puncak Jumpa Remaja (JR)

Desa Batuagung Kembangkan Wisata Alam Puncak JR dan Pemandian Gelar nan Asri
Tribun Bali/I Gede Jaka Santosha

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Desa Batuagung juga dikenal memiliki sejumlah objek wisata yang menawarkan keindahan alam.

Seperti pemandian umum gelar dan Puncak Jumpa Remaja (JR).

Kedua spot wisata dengan view alam yang asri tersebut kini sedang dikembangkan pihak desa untuk menarik kunjungan wisatawan lokal (wislok) maupun wisatawan mancanegara (wisman).

“Yang terbaru Puncak JR dan biasanya ramai dikunjungi anak-anak muda karena view-nya instagramable,” ungkap Perbekel Batuagung, Ida Bagus Komang Widiarta ketika dikonfirmasi Kamis (3/5/2018) kemarin.

Menurut Widiarta, kedua objek wisata ini dikelola secara swadaya oleh banjar.

Yang mana objek wisata pemandian umum Gelar yang berlokasi di Banjar Palungan Batu, Desa Batuagung ini diketahui sudah dikembangkan beberapa tahun yang lalu.

Gelar dikenal lantaran pemandangan alam sungainya yang asri serta dihiasi dengan bebatuan-bebatuan besar.

Pemandian Gelar
Pemandian Gelar (Tribun Bali/I Gede Jaka Santosha)

Melihat potensi alam tersebut, pihak desa kemudian membangun jembatan gantung berwarna merah yang kini menjadi ikon objek wisata Gelar.

Jembatan di Pemandian Gelar
Jembatan di Pemandian Gelar (Tribun Bali/I Gede Jaka Santosha)

Sedangkan, untuk objek wisata puncak JR kini dikelola secara swadaya pihak Banjar Pancaseming.

Dibuka sejak Februari 2017 lalu oleh Sekaa Teruna Teruni (STT) Budi Sastra, objek wisata ini ramai dikunjungi pada akhir pekan terutama anak-anak muda yang gemar swafoto.

Pasalnya, panorama di puncak JR ini terbilang instagramable dengan view perbukitan dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Selain itu, di puncak JR ini wisatawan bisa menikmati sensasi swafoto di ketinggian dengan sejumlah tower yang terbuat dari bambu yang telah dipastikan keamanannya.

Begitu pula dengan sejumlah gazebo bisa dimanfaatkan tempat beristirahat.

Ke depan, objek wisata ini akan ditata lagi dengan pembangunan fasilitas penunjang lainnya seperti kamar mandi yang telah dianggarkan pemerintah.

“Kami akan terus menggali potensi-potensi yang ada di desa untuk bisa dijadikan objek wisata. Kami juga sudah berencana menata air terjun di Banjar Masean yang diberi nama Yeh Mesee,” pungkas Widiartha. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help