Dor! Gusti Lanang Jaya Ditembak Lantaran Melawan Saat Ditangkap, Ini Kejahatannya

Kaki pria asal Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini ditembak aparat kepolisian lantaran mencoba melawan

Dor! Gusti Lanang Jaya Ditembak Lantaran Melawan Saat Ditangkap, Ini Kejahatannya
Ilustrasi ditembak 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Sebuah timah panas terpaksa di tembuskan di  betis kanan I Gusti Lanang Jaya Santika (43).

Kaki  pria asal Desa Tukad Sumaga, Kecamatan Gerokgak, Buleleng ini ditembak aparat kepolisian lantaran mencoba melawan petugas saat hendak ditangkap.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno menjelaskan, Santika ditangkap lantaran terbukti mencuri sebuah sepeda motor merk Honda Scoppy DK 3924 VT,  pada Senin (7/5/2018) sekira pukul 11.00 wita.

Baca: Usai Habisi 5 Polisi Secara Mengerikan, Napi Teroris Menyerah dengan Raut Muka Tersenyum

Baca: Geli, Mbah Mijan Ungkap Wujud Ini yang Berada di Perut Lucinta Luna

Baca: Terungkap, Ini yang Dilakukan Ahok Saat 5 Anggota Densus 88 Dibantai Napi Teroris

Motor itu milik seorang warga asal Kelurahan Banyuning, bernama Gede Suardana (23).

"TKP pencuriannya di sebuah kos-kosan jalan Bisma. Dia mencuri dengan modus kunci nyantol," jelasnya saat ditemui di Mapolres Buleleng, pada Jumat (11/5/2018) siang.

Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat menunjukkan tersangka I Gusti Lanang Jaya Santika bersama motor yang dicuri, pada Jumat (11/5)
Kasat Reskrim Polres Buleleng, AKP Mikael Hutabarat menunjukkan tersangka I Gusti Lanang Jaya Santika bersama motor yang dicuri, pada Jumat (11/5) (Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani)

AKBP Suratno menjelaskan tersangka Santika rupanya seorang residivis atas kasus yang sama.

Setelah tiga tahun menghirup udara bebas, pria yang bekerja sebagai kernet truk ini nekat mengulangi perbuatannya.

Kini ia pun terancam kembali mendekam di balik jeruji besi selama kurang lebih lima tahun lamanya.

"Curanmor ini kasus menonjol di Buleleng. Selama ini modus yang sering digunakan adalah kunci nyantol. Saya selalu mengimbau pada masyarakat untuk hati-hati, jangan merasa lingkungan sudah aman lalu meninggalkan motor yang kuncinya masih nyantol. Walau di rumah sendiri, kunci motor jangan dibiarkan nyantol," ujar AKBP Suratno.

Sementara kepada Tribun Bali, Santika mengaku terpaksa mencuri sepeda motor tersebut lantaran terbelit utang. Rencananya, motor yang ia curi itu akan dia jual pada seorang penadah sebesar Rp 2 Juta.

"Saya kabur karena takut di tangkap. Rencananya motornya mau saya jual buat bayar utang," singkatnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved