Bali United

Meraih Hasil Minor Tiga Kali Beruntun, Panca: WCP Bingung dan Masih Ragu

Salah satu pentolan fans Bali United BBB, Panca mengomentari beberapa hasil minor yang diterima Bali United selama ini

Meraih Hasil Minor Tiga Kali Beruntun, Panca: WCP Bingung dan Masih Ragu
net
Widodo Cahyono Putro. 

TRIBUN-BALI.COM - Skuat Bali United bermain tanpa spirit saat melawat ke kandang Mitra Kukar, Jumat (11/5/2018) malam, pada pekan ke - 8 Liga I Indonesia.

Trand negatif kembali dialami asuhan Widodo Cahyono Putro (WCP), setelah kalah 3-1 di markas Naga Mekes.

Skuat asuhan Widodo Cahyono Putro (WCP) alami empat kekalahan beruntun. Tiga kalah beturut turut di Liga I Indonesia, ditambah satu kekalahan di laga terakhir Piala AFC Grup G.

Tiga kekalahan di Liga I Indonesia tersebut yakni VS PS Tira 2-1,vs Sriwijaya FC 3-4, dan terbaru kontra Mitra Kukar 3-1.

Panca, pentolan fans Bali United BBB, menjekaskan, sejak pekan ke - 1 Liga I Indonesia, pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro kerap membuat ekeperimen (percobaan). Coba-coba formasi dan coba pemain. Itu yang terlihat.

"Staf pelatih Bali United Membuat formasi beda- beda setiap laga. Tapi kenapa hal itu dilakukan di kompetisi resmi Liga I Indonesia," tegas Panca kepada Tribun Bali, Jumat (11/5) malam.

Menurut dia, mengapa staf pelatih, tidak meracik pakem baku Bali United. Semisal pakem ini atau itu di musim sekarang Bali United dengan pakem ini.

"Pakem baku sekarang harus diperlihatkan. Terlalu sering coba-coba formasi dan pemain. Contoh, saat pemain bikin kesalahan. Posisi dan formasi langsung diubah- ubah. Semisal Ahmad Agung, bikin kesalahan saat lawan Ps Tira kesalahan back pass, Tiba-tiba berubah sebagai center back pada laga selanjutnya. Kan seharusnya memantap kan posisi pemain itu di posisi yang sudah pas dengan dia," jelas Panca.

Panca manambahkan, bukan membuat eksperimen setiap saat. Sejak laga awal Liga, terlihat sudah beberapa kali gonti - ganti formasi dan penempatan pemain.

"Piala Presiden dan Afc pun dihadapkan dengan jadwal padat dan harus ganti ganti formasi, kami pikir seharusnya sudah ada pakem formasi baku. Sehingga di Liga I Indonesia, tidak mencoba coba lagi. Karena Bali United memiliki banyak gelandang dan penyerang sayap," ujarnya.

Panca mencontohkan, seperti tim mantan skuat asuhan WCP, Sriwijaya FC yang saat ini ditangani pelatih Rahmad Darmawan.

" Sriwijaya FC, mencoba formasi dan pemain di Piala Presiden, dan sekarang sudah mantap semuanya, meski dia kalah di Piala Presiden. Tapi bisa siapkan pakem bakunya di Liga I Indonesia," ujarnya.

Coach WCP, menurut dia, masih raba raba dan kemungkinan bingung, juga masih ragu. Terlihat saat laga kontra Mitra Kukar, babak pertama, Taufiq langsung diganti Agus Nova. Ini artinya ragu saat menentukan starting XI tampil. Pergantian di babak pertama ini kerugian bagi tim.

Harusnya tetap memainkan Ahmad Agung di gelandang dan Agus Nova dan Demerson Bruno Costa tetep sebagai center back. (*).

Penulis: Marianus Seran
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help