Bawa Pisau Lipat di Kafe Remang Jalan Mahendradatta, Pria Penuh Tatto Diamankan Polisi

Petugas Kepolisian menggencarkan sweeping pemberantasan premanisme dan parkir liar.

Bawa Pisau Lipat di Kafe Remang Jalan Mahendradatta, Pria Penuh Tatto Diamankan Polisi
Istimewa
Polisi amankan pelaku dan ditahan di Mako Polsek Denpasar Barat. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Petugas Kepolisian menggencarkan sweeping pemberantasan premanisme dan parkir liar.

Seorang pengunjung kafe pun diciduk karena kedapatan membawa sebuah pisau lipat saat berkunjung di Kafe Wisata Jalan Mahendradatta Denpasar Barat. Adalah IBDP (29) yang ditangkap petugas Polsek Denpasar Barat.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Gede Sumena menyatakan, IBDP ditangkap di Kafe Mahendradata pada Jumat (11/5) kemarin, sekitar pukul 23.30 Wita.

Pria yang berbadan tegap itu, menariknya sempat tidak mengakui bahwa yang dibawanya adalah sajam (senjata tajam).

Malahan mengaku, bahwa itu adalah korek gas yang disimpan di dalam tasnya. Akhirnya pria yang tinggal di Jalan Gunung Lebah 1 Desa Tegal Harum Denpasar Barat itu diringkus.

"Sewaktu digeledah sempat mengaku bahwa yang dibawa itu korek. Akhirnya kami minta pelaku untuk mengangkat sajam yang diakui korek tersebut. Saat diangkat dan dibuka, akhirnya pelaku menyerah dan tidak melawan anggota," ucapnya Sabtu (12/5/2018).

Sumena menjelaskan, bahwa penangkapan terhadap pelaku ini sendiri berkaitan dengan operasi pekat yang menyasar orang maupun barang bawaan terhadap pengunjung Tempat Hiburan Malam (THM) khususnya warung remang-remang di Jalan Mahendradata.

Pisau lipat itu disimpan pelaku di dalam tas warna hitam.

"Akhirnya pelaku kami amankan dan mengakui perbuatannya," jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat IPTU Aan Saputra menyatakan, usut punya usut, ternyata pelaku merupakan mantan anggota dari salah satu ormas (organisasi masyarakat) di Bali.

Dan merupakan anggota di ormas. Saat ditangkap, pria penuh tatto itu tak melakukan perlawanan dan pasrah ketika digiring ke Mako Polsek Denpasar Barat.

"Setelah kami dalami memang ngakunya buat jaga-jaga. Nggak tahu jaga-jaga dari apa. Tapi memang mantan anggota ormas," beber Aan. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved