Bali United

Kekalahan Beruntun Bali United Berbuntut, Fans Tuntut Reformasi Total Tim Pelatih

Berbagai kritik pedas menyeruak usai Bali United dikalahkan Mitra Kukar 3-1 pada pekan ke - 8 Liga I Indonesia.

Kekalahan Beruntun Bali United Berbuntut, Fans Tuntut Reformasi Total Tim Pelatih
Tribun Bali/Rizal Fanany
Suasana suporter di Luar Stadion Dipta usai Bali United kalah oleh tim tamu, Sabtu (5/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Berbagai kritik pedas menyeruak usai Bali United dikalahkan Mitra Kukar 3-1 pada pekan ke - 8 Liga I Indonesia.

Kekalahan ini menambah deretan kekalahan sebelumnya, dimana Bali United alami kalah 3-4 dari Sriwijaya FC dan 2-1 dari PS Tira.

Sebelumnya, Bali United juga kalah 1-3 dari Global Cebu di laga terakhir grup G Piala AFC 2018.

Kurun waktu 16 hari, Serdadu Tridatu kalah empat kali beruntun. Atas hasil itu, terang saja para fans Bali United di seluruh Indonesia kecewa berat dengan torehan buruk tim.

Permainan Bali United, sepertinya telah terbaca oleh lawan di Liga I Indonesia 2018. Keperkasaan juara tanpa mahkota musim lalu, sepertinya membuat tim lawan bermain 200 persen saat hadapi Bali United.

Pentolan fans Basudewa Curva Sud Dewata, Anjelo Santika, menegaskan, tim pelatih Bali United perlu dievaluasi. Ekstrimnya perlu mereformasi dalam tubuh tim.

"Bali United harus segera berbenah. Bila perlu reformasi total di tubuh Bali United," tegas Anjelo Santika kepada Tribun Bali, Sabtu (12/5/2018).

Dia menjelaskan, takjub saat pertama WCP tangani Serdadu Tridatu. Bali United sepintas mirip klub di Eropa.

"Waktu pertama WCP datang ke Bali United, permainan Bali United seperti klub Eropa," katanya.

Menurut dia, sampai membawa Bali United juara walau tanpa mahkota. Tapi saat ini, menurut dia, evaluasi harus segera dilakukan. Khusus kepada para asisten pelatih Bali United.

"Kalau menurut saya WCP tetap di pertahankan. Dan yang perlu di reformasi adalah pembantunya, WCP," katanya. (*)

Penulis: Marianus Seran
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help