BPOM RI Luncurkan Program Terpadu Pengembangan UMKM Industri Kosmetik Pulau Dewata

Sebagai pengembangan UMKM pulau Dewata dan untuk melestarikan warisan budaya nusantara, BPOM RI meluncurkan program terpadu

BPOM RI Luncurkan Program Terpadu Pengembangan UMKM Industri Kosmetik Pulau Dewata
Tribun Bali/Rino Gale
Dalam rangka dialog interaktif tentang pengembangan kosmetika tematik berdaya saing dan penyerahan sertifikat CPOTB dan CPKB kepada UMKM, di Hotel Kartika Plaza Kuta, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebagai pengembangan UMKM pulau Dewata dan untuk melestarikan warisan budaya nusantara, BPOM RI meluncurkan program terpadu lintas kementerian atau lembaga pengembangan UMKM obat tradisional, kosmetik, dan pangan berdaya saing.

Dialog interaktif tentang pengembangan kosmetik tematik berdaya saing diikuti serangkaian acara penyerahan sertifikat CPOTB dan CPKB kepada UMKM.

Acara yang berlangsung di Hotel Kartika Plaza Kuta, Minggu (13/5/2018) tersebut dihadiri Kepala BPOM RI dan pelaku usaha kosmetik di Bali.

Penny Kusumastuti Lukito, Kepala BPOM RI menyampaikan, Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) menempati posisi strategis untuk berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian nasional, sehingga perlu didukung, didampingi, dan difasilitasi agar mampu meningkatkan daya saing.

Bukti komitmen BPOM RI dalam mendukung UMKM Indonesia, yakni melakukan kunjungan kerja ke UMKM kosmetik dan pangan di Provinsi Bali, untuk meninjau secara langsung proses produksi produk.

"Bali merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang menyimpan beragam kekayaan budaya," jelasnya.

Berdasarkan data BPOM RI, setidaknya terdapat 32 industri komestik yang menotifikasikan 1.657 item produk kosmetiknya.

Dengan melihat potensi pasar kosmetik yang menjanjikan, BPOM RI berkomitmen mengawal industri kosmetik, terutama UMKM kosmetik di Bali untuk semakin meningkatkan kualitas produknya.

Lanjutnya, berbagai upaya strategis terus dilakukan untuk mendorong pengembangan UMKM Kosmetik, seperti simplifikasi perizinan serta bimbingan teknis notifikasi, dan penerapan cara produksi kosmetik yang baik (CPKB).

Apalagi Bali merupakan tujuan wisata utama di Indonesia, sehingga sangat tepat jika pengembanganya adalah kosmetik tematik seperti produk SPA yang terkenal di Bali.

"Kunjungan kami ke Bali, selain untuk mengetahui perkembangan industri UMKM kosmetik di Bali, juga untuk menginformasikan sucsess story industri UMKM Kosmetik di Bali. Selain itu untuk mendapatkan masukan, juga sebagai penajaman strategi pengembangan industri UMKM khususnya di Bali," terangnya.

Putu Gede selaku pelaku industri UMKM kosmetik di Bali mengungkapkan, pelatihan dari BPOM bagus untuk melatih dan memberikan pemahaman bagi industri-industri kecil.

"Terkait keamanan pun sangat bagus, karena sudah ada bagian deputi terkait pengawasan tersebut. Jadi kita lebih paham dalam mempelajari produksi kosmetik secara baik dan benar," ujarnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help