BPOM RI Sosialisasikan PMR Bagi Pelaku Industri Pangan

Kepala BPOM RI Penny K. Lukito juga memberikan sosilisasi PMR (Program Manajemen Resiko) bagi pelaku industri pangan

BPOM RI Sosialisasikan PMR Bagi Pelaku Industri Pangan
Tribun Bali/Rino Gale
Dalam rangka dialog interaktif tentang pengembangan kosmetika tematik berdaya saing dan penyerahan sertifikat CPOTB dan CPKB kepada UMKM, di Hotel Kartika Plaza Kuta, Minggu (13/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kepala BPOM RI Penny K. Lukito juga memberikan sosilisasi PMR (Program Manajemen Resiko) bagi pelaku industri pangan, dalam rangka dialog interaktif tentang pengembangan kosmetik tematik berdaya saing, bertempat di Hotel Kartika Plaza Kuta, Minggu (13/5/2018).

Kepala BPOM RI juga menghadiri acara sosialisasi PMR yang dihadiri oleh perwakilan industri ikan dalam kaleng di Bali.

PMR merupakan program BPOM RI untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas pelaku usaha pangan dalam melakukan penjaminan keamanan, mutu dan gizi produknya secara mandiri, serta kepatuhan terhadap peraturan dan perundangan yang berlaku.

Penny K. Lukito menjelaskan, saat ini PMR diberlakukan secara wajib untuk industri formula bayi, formula lanjutan dan formula pertumbuhan serta produk steril komersial, termasuk industri ikan dalam kaleng.

Untuk selanjutnya, lingkup pemberlakuan PMR akan diperluas secara bertahap.

"Saat ini ada 28 industri yang sudah memiliki piagam PMR, 6 diantaranya industri ikan dalam kaleng," ujarnya.

Pihaknya mengimbau seluruh pelaku usaha untuk mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan menerapkan cara produksi yang baik dalam setiap proses produksi, agar produk kosmetik dan pangan yang dihasilkan memenuhi keamanan, kualitas, dan manfaat.

Masyarakat juga diharapkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih produk yang akan dikonsumsi.

Jangan membeli atau mengonsumsi produk kosmetik yang tidak memiliki ijin edar atau nomor notifikasi.

"Ingat selalu cek KLIK, cek kemasan, cek label, cek ijin edar dan cek kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk kosmetik," tegasnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help