Teror Bom Di Surabaya

Sadis, Kepala Keluarga Bomber 3 Gereja di Surabaya Jebolan Suriah, Ikat Bom di Paha Anak

Sang ayah sebelum bom bunuh diri sempat mengantarkan istri dan dua anak perempuannya ke Gereja Pantekosta Pusat

Sadis, Kepala Keluarga Bomber 3 Gereja di Surabaya Jebolan Suriah, Ikat Bom di Paha Anak
Bom Gereja Surabaya 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Pagi hari yang sejuk dan khidmat mendadak mencekam di kota Surabaya. Tiga gereja di Surabaya diledakkan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Bom bunuh diri pertama meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercelah Jalan Ngagel Madya Utara terjadi pukul 06.30 WIB.

Kejadian kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro, sekitar pukul 07.15 WIB.

Dan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jalan Arjuno terjadi pukul 07.33 WIB.

"Bom bunuh diri pertama kali terjadi di Ngagel pukul 06.30 WIB,"kata Kadiv Humas Kombes Pol Frans Barung Magera.

Pelaku pengeboman di tiga gereja yang ada di Surabaya, Jawa Timur diduga kuat berasal dari satu keluarga. Mereka melakukan aksi bom bunuh diri dengan cara berpencar ke tiga titik ledakan. 
"Pelaku diduga satu keluarga," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Dia menuturkan pelaku di Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna adalah anak dan bapak. Mereka berjumlah tiga orang dan meledakkan diri di gereja itu.

Sang ayah sebelum bom bunuh diri sempat mengantarkan istri dan dua anak perempuannya ke Gereja Pantekosta Pusat, Jalan Arjuna. Istri dan dua anak perempuannya pun meledakkan diri di sana.

Sementara di lokasi ketiga yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, pelaku berjumlah tiga orang. Dua orang di antaranya masih berusia belasan tahun yang merupakan kakak beradik.

Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya (Istimewa/Sumber kepolisian)

"Bernama Dipta Novianto, yang diduga keras sebelumnya pelaku mendrop istri dan dua anak perempuan," tutur Kapolri.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help