Tiga Perampok Digerebek Jelang Dini Hari, Terkait Aksi Pembobolan Indomaret di Jalan Raya Lukluk

Dalam penggerebekan menjelang pagi itu, tiga orang berhasil ditangkap, ketiganya diduga sebagai pelaku perampokan

Tiga Perampok Digerebek Jelang Dini Hari, Terkait Aksi Pembobolan Indomaret di Jalan Raya Lukluk
NET
Ilustrasi perampokan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Waktu menunjukkan pukul 02.00 Wita saat tim Sat Reskrim Polres Badung merangsek ke sebuah tempat di jalan Gunung Talang Gang II Denpasar, pada Minggu (13/5).

Dalam penggerebekan menjelang pagi itu, tiga orang berhasil ditangkap, ketiganya diduga sebagai pelaku perampokan yang berlangsung di Indomaret Jalan Raya Lukluk, Badung 11 hari lalu.

Informasi yang dihimpun di kepolisian menyebutkan, jajaran Satreskrim Polres Badung yang dipimpin Kanit Buser Ipda Ferlanda Oktora, menangkap perampok pada Minggu (13/5) pukul 02.00 Wita.

Tiga pelaku yang diamankan yakni  Erwin Edi (56) asal Banyuwangi, kemudian Herman Gani (39) tinggal di jalan Gunung Talang II Denpasar dan Fariono (44) asal Banyuwangi.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui sebelum menjalankan aksinya mereka punya tugas masing-masing.

Pada saat itu, Fariono bertugas survei ke lokasi. Setelah tahu seluk beluk dan kondisi lokasi kejadian, kelompok ini melakukan aksinya.

Dalam eksekusi perampokan itu, Fariono berada di luar TKP untuk memantau situasi di seputaran Indomaret Jalan Raya Lukluk, Badung. Sedangkan Erwin Edi Susilo dan tersangka Herman Gani masuk ke Indomaret dengan berpura–pura untuk memperbaiki kamera CCTV.

Selanjutnya Erwin Edi Susilo menodongkan senjata air softgan kepada karyawan dan menutup mata karyawan dengan lakban.

Karyawan selanjutnya disekap ke gudang dan di bantu tersangka Herman Gani.  Pada aksinya tersebut para pelaku perampokan mengambil uang dan Hp milik karyawan Indomaret dan menggerinda mesin ATM BRI yang berada dalam toko.

IPDA Ferlanda Oktora mengatakan, dari penangkapan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa satu gerinda, handphone, senjata Air Soft Gun beserta 6 butir peluru, alat strum dan uang senilai Rp 962. 000.

“Kami bekerja bersama–sama secara profesional dalam menangkap dan mengamankan semua pelaku yang sangat meresahkan masyarakat ini," kata Ferlanda Oktora singkat.

Kasus ini masih dilakukan pengembangan penyidikan oleh kepolisian termasuk untuk mengetahui apakah pernah melakukan aksi serupa di tempat lain. (*)

Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help