Barisan Black Widow, Para Janda Yang Membalas Dendam Suami Dengan Bom Bunuh Diri

Ada kekuatan lain dari perempuan yang membuatnya menarik untuk melakukan bom bunuh diri.

Barisan Black Widow, Para Janda Yang Membalas Dendam Suami Dengan Bom Bunuh Diri
The Sun
Ilustrasi batalion janda hitam ISIS 

TRIBUN-BALI.COM - Sebagian besar pembom bunuh diri perempuan dimotivasi oleh semangat balas dendam atas kematian orang yang dicintai (suaminya).

Dalam beberapa kasus, bagi mereka kematian suaminya adalah bentuk balasan terhadap dosa yang mereka (janda-janda) lakukan sebelumnya.

Sehingga, menjadi martir bom bunuh diri adalah jalan paling realistis yang akan ditempuhnya.

Namun lebih jauh, ada kekuatan lain dari perempuan yang membuatnya menarik untuk melakukan bom bunuh diri.

Kekuatan itu ialah aura feminin yang mereka miliki.

Perempuan tidak digunakan untuk bom bunuh diri hanya karena semangat keagamaan atau keinginan mereka untuk balas dendam.

Aura feminin yang mereka miliki dan oleh karenanya berpenampilan sederhana, memungkinkan mereka untuk menyelinap ke area strategis tertentu tanpa kecurigaan.

Tampilan perempuan yang seringkali dipahami sebagai kurang mengancam adalah alasan yang sangat masuk akal.

Sehingga serangan-serangan pada akhirnya juga menggunakan perempuan.

Terlebih dalam berbagai budaya, menggeledah wanita adalah hal yang tak dapat diterima.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help