Home »

Video

MIRIS! Nyaru Jadi Dokter Spesialis Bedah, Ni Made Kunti Tipu Pasien Kanker Hingga Kuras Rp 20 Juta

Ni Made Kunti harus dibekuk Polsek Denpasar Barat karena terbukti melakukan penipuan yang mengaku sebagai Dokter Spesialis di RS Sanglah.

MIRIS! Nyaru Jadi Dokter Spesialis Bedah, Ni Made Kunti Tipu Pasien Kanker Hingga Kuras Rp 20 Juta
Tribun Bali/Busrah Ardans
Kapolsek dan jajaran melakukan konferensi pers terkait penipuan dokter gadungan, di Polsek Denpasar Barat, Selasa (15/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ni Made Kunti harus dibekuk Polsek Denpasar Barat karena terbukti melakukan penipuan yang mengaku sebagai Dokter Spesialis di RS Sanglah.

Dokter gadungan itu telah menghabiskan uang korban sebanyak Rp 20 Juta selama empat kali pertemuan.

Baca: Dokter Gadungan Ngaku Praktek di RSUP Sanglah, Begini Korban yang Tertipu Lalu Menjebaknya

Dalam konferensi pers yang digelar Polsek Denpasar Barat, Selasa (15/5/2018) di Polsek Denbar, Kapolsek Denbar Kompol Gede Sumena mengatakan pelaku sudah mengaku sebagai Dokter spesialis bedah sejak 2017 lalu.

"Dia ini mengaku-ngaku sebagai dokter spesialis di RS Sanglah dari awal pertemuannya dengan korban penderita kanker payudara ini. Dari situ ia mengaku bisa mengobati korban," jelas Sumena.

Baca: Pasutri asal Jakarta Ditangkap Terlibat Penipuan Rp 250 Juta, Polisi Sebut Rp 15 Juta Buat Beli Sabu

Baca: Hingga Pertengahan Mei, Progres Pembangunan Pasar Badung Tahap Lanjutan Capai 0,7 Persen

Lanjut Sumena, korban Ni Wayan Laksmi usia 66 tahun itu tidak ada kecurigaan atas pengakuan tersebut.

"Jadi si dokter Gadungan ini yang mendatangi rumah korban sebanyak 4 kali pertemuan dengan biaya sekali pengobatan itu sebanyak Rp 5 Juta jadi total Rp 20 Juta," ungkapnya.

Namun kata Sumena korban mulai curiga karena selama pengobatan tersebut korban tidak kunjung sembuh sehingga korban melakukan pengecekan di RS Sanglah.

"Dia curiga dan cek nama dr Della yang dipakai oleh pelaku ternyata di RS Sanglah tidak tercantum nama tersebut sehingga korban melapor ke Polsek Denbar," terang Sumena.

Sejauh dari hasil introgasi pelaku mengaku melakukan hal tersebut karena motif ekonomi. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help