Pedagang di Eks Tiara Grosir Akan Segera Pindah ke Pasar Badung Akhir Tahun Ini

Pihaknya telah menyusun agenda pemindahan pedagang yang kini berjualan di eks Tiara Grosir, Jalan Cokroaminoto sejak Januari 2018.

Pedagang di Eks Tiara Grosir Akan Segera Pindah ke Pasar Badung Akhir Tahun Ini
Tribun Bali/Putu Supartika
Pembangunan Pasar Badung, Selasa (15/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala PD Pasar Kota Denpasar, AAN Yuliartha mengatakan jumlah pedagang yang akan menempati Pasar Badung yang kini sedang dibangun adalah 1.698 pedagang.

Pihaknya telah menyusun agenda pemindahan pedagang yang kini berjualan di eks Tiara Grosir, Jalan Cokroaminoto sejak Januari 2018.

"Dari Januari hingga April 2018, kita telah melakukan heregistrasi kepada pedagang Pasar Badung. Senin depan (21/5/2018) daftar heregistrasi akan kita pasang dan disosialisasikan," kata Yuliartha saat konferensi pers, Selasa (15/5/2018) di Warung Segara Bambu, Peguyangan, Denpasar.

Seandainya ada pedagang yang masih tercecer dan belum terdata, pihaknya memberikan waktu hingga pertengahan Juni 2018, termasuk bagi mereka yang ingin merubah jenis dagangan yang akan dijual.

Akhir Juni 2018 akan dilaksanakan finalisasi data untuk pedagang yang akan menempati Pasar Badung.

Sementara itu, Agustus 2018, pihaknya akan tangkil ke griya meminta hari baik untuk melakukan upacara.

"Kapan hari baik untuk melakukan upacara, apa tingkat upacara yang sepatutnya dilakukan terhadap pasar yang habis terbakar, termasuk carunya. Selain itu, kapan hari baik untuk pindah setelah melaspas," imbuhnya.

Selanjutnya, akan dilakukan persiapan pengundian tempat berdagang di tempat relokasi secara terbuka dengan sistim zonasi, sesuai jenis jualan pedagang.

"Bisa dipastikan pedagang ikan dan daging di lantai 1 karena mejanya spesifik. Jenis lain yang mendampingi ikan akan dikaji sesuai jumlahnya. Kuliner di lantai paling atas atau lantai empat, karena kuliner itu ada yang siap saji dan ada yang melalui proses pembuatan di tempat dan pasti pakai kompor. Kita antisipasi seandainya ada hal yang tidak diinginkan misal kebakaran bisa dilokalisir di lantai 4 saja," paparnya.

Yuliartha berharap, ada petunjuk dari Ida Pedanda untuk pemindahan pedagang sebelum Januari 2019.

Agar setelah serah terima proyek tanggal 20 Desember, mungkin tanggal 25 Desember 2018 pedagang bisa pindah dan Januari 2019 sudah bisa berdagang.

Selain itu, untuk menjaga agar pasar yang baru ini selalu bersih dan tertata, nantinya pihaknya akan rutin mengadakan pertemuan dengan pedagang untuk edukasi dan penyadaran.

"Kalau itu akses jalan pasar, ya harus bebas dari barang dagangan. Petugas juga harus tegas, karena adanya pembiaran yang mengakibatkan pedagang melakukan pelanggatan," pungkasnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help