Polda Bali Ingatkan Warga Jangan Telan Isu Mentah-mentah  

Kepolisian Daerah (Polda) Bali tidak menemukan indikasi barang mencurigakan yang dibawa wanita bercadar hitam bersama anaknya

Polda Bali Ingatkan Warga Jangan Telan Isu Mentah-mentah  
Tribun Bali/Rizal Fanany
Petugas kepolisian melakukan pemeriksaan di pintu masuk Mapolda Bali, Denpasar, Senin (14/5). Petugas memperketat penjagaan kawasan Markas Polda Bali pascaledakan bom di sejumlah titik di Surabaya. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepolisian Daerah (Polda) Bali tidak menemukan indikasi barang mencurigakan yang dibawa wanita bercadar hitam bersama anaknya saat keduanya duduk di dekat GOR Ngurah Rai, Denpasar, yang berjarak kurang lebih 100 meter dari markas Polda Bali.

"Petugas kami tidak menemukan indikasi barang yang mencurigakan saat memeriksa wanita bercadar bersama anaknya yang sedang duduk sambil makan dan minum di dekat GOR itu. Dia bilang sedang duduk beristirahat sambil mengasuh anaknya," Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Bali, Kombes (Pol) Hengky Widjaja, di markas Polda Bali, Denpasar, Senin (14/5).

Ia menepis isu bahwa wanita tersebut bersama anaknya akan masuk ke asrama kepolisian yang berjarak sekitar 50 meter dari GOR Ngurah Rai.

"Saat ditanya petugas kami, wanita dan anaknya itu tidak ada pergi ke mana-mana dan hanya duduk di dekat parkir halaman GOR Ngurah Rai," kata Hengky.

Identitas wanita dan anaknya tersebut sudah dilakukan pemeriksaan, dan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Ini sebagai bentuk peningkatan kewaspadaan kami, meskipun tidak lantas orang yang memakai hijab selalu dianggap ke arah negatif," katanya.

Saat ini, kata dia, wanita tersebut sudah diperbolehkan kembali ke rumahnya setelah dilakukan pemeriksaan di Polda Bali. "Untuk hasil pemeriksaan terhadap wanita itu masih sedang kami kembangkan," kata Hengky.

"Identitasnya ada, tapi teman-teman jangan terlalu mengerucut. Kami hanya meningkatkan kewaspadaan saja," jelasnya.

Ia meminta masyarakat untuk tidak menelan mentah-mentah informasi yang diterimanya. Harus dipastikan dulu informasinya dari mana.

“Kalau kita menyebar hoax, itu sama saja dengan menimbulkan keresahan di masyarakat," terang Hengky.

Halaman
123
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help