Bali Expo Tatto Hadirkan Banyak Seniman, 'Tato Adalah Ungkapan Spiritualitas, Seni, Ekspresi Diri'

Bali Expo Tattoo akan diselenggarakan 18 - 20 Mei mendatang menghadirkan banyak seniman tato, baik dari dalam maupun luar negeri

Bali Expo Tatto Hadirkan Banyak Seniman, 'Tato Adalah Ungkapan Spiritualitas, Seni, Ekspresi Diri'
Tribun Bali/Busrah Ardans
Suasana konferensi Bali Tattoo Expo 2018 yang digelar di Warung Kubu Kopi Jl Hayam Wuruk, Selasa (15/5/2018) sekitar 11.30 Wita. Acara tersebut akan diselenggarakan di gedung Bali Creative Industry Center (BCIC) Tohpati, Denpasar, 18-20 Mei mendatang. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali Expo Tattoo akan diselenggarakan 18 - 20 Mei mendatang di Gedung Bali Creative Industry Center (BCIC) Tohpati, Denpasar, dengan menghadirkan banyak seniman tato, baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam konferensi pers yang digelar di Warung Kubu Kopi Jalan Hayam Wuruk, Selasa (15/5/2018) sekitar 11.30 Wita, Bagus Ferry sebagai penyelenggara mengatakan, kegiatan tersebut selain untuk ajang pertemuan sesama seniman, juga sebagai ajakan membangun industri tato di Bali.

“Jadi, tidak hanya sekedar buat tato, kumpul-kumpul, atau menjual tato saja, namun kami juga ingin mengajak mereka untuk memajukan industri tato di Bali khususnya, dan di Indonesia pada umumnya. Melalui Bali Tattoo Expo, mereka bisa memamerkan hasil tato mereka, mengikuti kontes tato untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas, serta memajukan industri tato itu sendiri,” paparnya.

Tato sendiri kata dia, merupakan budaya yang hidup cukup lama di Indonesia dan merupakan salah satu yang paling tua di dunia.

Hanya saja beberapa ‘memori’ masa lalu di Indonesia akhirnya membuat tato di negara ini menjadi lekat dengan dunia kriminalitas.

"Itulah kenapa dunia tato mendapat image buruk yang berdampak pada termarjinalkannya para seniman serta penggemar tato di mata masyarakat umum," jelasnya.

Seiring berjalannya waktu sambungnya, tato kembali menempati jalurnya yakni beranjak menjadi counter culture, bahkan pop culture.

"Kini tato adalah sebuah ungkapan spiritualitas, seni, ekspresi diri, bahkan dianggap sebagai gaya hidup oleh sebagian besar masyarakat di Indonesia. Bisa kita lihat saat ini penggemar tato berasal dari berbagai kalangan seperti pengusaha, musisi, olahragawan, model, artis, dan menariknya tidak hanya didominasi oleh kaum laki-laki, kaum hawa pun mulai berani menunjukkan tato di tubuh mereka, sehingga berdampak pada industri tato yang mulai kembali bergeliat," terang Ferry.

Ia memandang Bali sebagai tempat berkembangnya industri Tato.

“Bali (sementara ini) merupakan daerah dengan industri tato paling maju di Indonesia. Industri tato di Pulau Bali terus berjalan seiring dengan kemajuan dunia pariwisata. Oleh karena itu, kami ingin selalu konsisten dan kontinu untuk menggelar Bali Tattoo Expo sebagai ajang titik temu terbesar, antara pelaku industri tato dengan penikmat seni tato, serta mempererat tali silaturahmi antar seniman tato," harapnya.

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help