Berantas Terorisme, Moeldoko: Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan, Sudah Direstui Presiden

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memastikan, Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab)

Berantas Terorisme, Moeldoko: Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan, Sudah Direstui Presiden
Tribun Bali/Antara
Anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyiapkan perlengkapan dan persenjataan saat Gelar Pasukan Pengamanan Forum Global ke-6 Aliansi Peradaban PBB (UNAOC) di Nusa Dua, Bali, Senin (25/8). Kegiatan yang akan berlangsung 28-30 Agustus tersebut rencananya dihadiri Sekjen PBB, Ban Ki Moon, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah kepala/wakil pemerintahan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memastikan, Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab) untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Diketahui Koopsusgab merupakan gabungan personel TNI dari seluruh satuan elite yang ada di TNI, baik matra darat, laut, maupun udara.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI, sudah direstui oleh Pak Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Baca : Tanggapi Pembentukan Komando Operasi Khusus, Fadli Zon: Tidak Perlu Membentuk Badan Baru

Pertama kali, Koopsusgab dibentuk saat Moeldoko menjabat sebagai Panglima TNI pada Juni 2015. Namun, beberapa waktu kemudian dibekukan.

Moeldoko melanjutkan, perbantuan Koopsusgab terhadap Polri dalam pemberantasan terorisme akan komandoi oleh Panglima TNI sendiri. Namun tetap berkoordinasi dengan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian.

"Tugas teknisnya seperti apa, nanti mengenai itu akan dikomunikasikan antara Kapolri dengan Panglima TNI," ujar Moeldoko.

Baca : Terkena Bacokan Sadis Teroris, Kompol Farid Terhuyung Sembari Menahan Sakit, Begini Kondisinya

Saat ditanya apakah Koopsusgab memiliki masa waktu operasi, Moeldoko berharap, tak demikian.

"Kalau bisa ya seterusnya. Karena lingkungan strategis yang berkembang seperti saat ini, diperlukan (pembentukan satuan keamanan) semacam itu," ujar Moeldoko.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help