Home »

News

» Jakarta

Berantas Terorisme, Moeldoko: Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan, Sudah Direstui Presiden

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memastikan, Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab)

Berantas Terorisme, Moeldoko: Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan, Sudah Direstui Presiden
Tribun Bali/Antara
Anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menyiapkan perlengkapan dan persenjataan saat Gelar Pasukan Pengamanan Forum Global ke-6 Aliansi Peradaban PBB (UNAOC) di Nusa Dua, Bali, Senin (25/8). Kegiatan yang akan berlangsung 28-30 Agustus tersebut rencananya dihadiri Sekjen PBB, Ban Ki Moon, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah kepala/wakil pemerintahan. 

"Intinya kami siap. Serahkan kepada aparat keamanan. Kami siap untuk menghadapi situasi apapun. Masyarakat enggak perlu resah, enggak perlu takut. Sekali lagi, percaya kepada kami," lanjut dia.

Seperti diberitakan Tribun Bali melansir Kompas.com Wakil Ketua DPR Fadli Zon menilai, Komando Operasi Khusus Gabungan ( Koopsusgab) untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme tak perlu dibentuk.

Hal itu disampaikan Fadli menanggapi pernyataan Kepala Staf Kantor Presiden Moeldoko. Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo telah merestui pembentukan pasukan tersebut.

"Kalau menurut saya tidak mendesak ya karena kita kan ada yang ahli-ahli artinya di Brimob ada ahlinya, di BNPT ada ahlinya, di Kopassus ada," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/5/2017).
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/5/2017). (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra))

Fadli menambahkan, saat ini juga sudah ada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang terdiri dari Polri dan TNI.

Ia mengatakan jiia dibentuk institusi baru, maka dikhawatirkan tumpang tindih dengan institusi yang sudah ada dalam pemberantasan terorisme.

Ia pun menyarankan agar institusi pemberantas terorisme yang ada diperkuat kewenangannya.

"Jadi saya kira itu aja dipertahankan, tidak perlu dipertahankan tidak perlu membentuk badan-badan baru yang tidak perlu nanti malah menimbulkan overlap," lanjut dia.

Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko memastikan, Presiden Joko Widodo menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) untuk membantu Polri melaksanakan tugas pemberantasan terorisme.

Diketahui Koopsusgab merupakan gabungan personel TNI dari seluruh satuan elite yang ada di TNI, baik matra darat, laut, maupun udara.

"Untuk Komando Operasi Khusus Gabungan TNI, sudah direstui oleh Pak Presiden dan diresmikan kembali oleh Panglima TNI (Marsekal Hadi Tjahjanto)," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Disetujui Jokowi, Komando Operasi Khusus Gabungan TNI Aktif Kembali"

(Fabian Januarius Kuwado)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help