Curiga Bau Busuk di Sungai Petanu, Pekak Gembung Temukan Mayat Tanpa Identitas Ini

Sesosok mayat dengan kondisi rusak ditemukan di pinggir aliran sungai Petanu, Banjar Sumampan, Desa Kemenuh, Sukawati, Rabu (16/5/2018)

Curiga Bau Busuk di Sungai Petanu, Pekak Gembung Temukan Mayat Tanpa Identitas Ini
net
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sesosok mayat dengan kondisi rusak ditemukan di pinggir aliran sungai Petanu, Banjar Sumampan, Desa Kemenuh, Sukawati, Rabu (16/5/2018) sektar pukul 15.30 Wita.

Meskipun ditemukan tanpa identitas dan kondisi fisik tidak bisa dikenali, namun seorang warga asal Sumampan mengidentifikasi itu merupakan jasad I Ketut Kartana (55), yang sempat hilang tiga hari dari rumahnya.

Informasi dihimpun Tribun Bali, penemuan mayat ini berawal saat I Nyoman Gemblung (70) asal Banjar Sumampan mencari daun di areal sungai Petanu.

Saat berada di tempat kejadian perkara (TKP), Pekak Gemblung mencium bau busuk yang sangat menyengat.

Namun saat itu, dia tidak langsung mengecek sumber bau tersebut. Sebab ketika mencium bau itu, ia teringat bahwa seorang warga di banjarnya menghilang sejak tiga hari belakangan ini.

Gemblung lantas mencari keluarga korban kehilangan sanak saudara tersebut. Tak berselang lama, Gemblung kembali bersama I Nyoman Kisid (62).

Bersama Kisid, Pekak Gemblung mencari sumber bau tersebut. Ternyata dugaan Pekak Gemblung benar, bahwa bau itu berasal dari mayat seorang manusia yang diperkirakan meninggal lebih dari dua hari.

Sementara itu, Pekak Kisid mengidentifikasi mayat tersebut merupakan saudaranya. Identifikasi tersebut berasal dari pakaian yang dikenakan korban.

Setelah itu, merekapun memanggil kelian dinas banjar setempat, lalu menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, agar mayat dievakuasi dari sungai Petanu.

Petugas BPBD Gianyar tiba di TKP, sekitar pukul 16.00 Wita, lalu mayat dievakuasi ke RSUD Sanjiwani Gianyar untuk diidentifikasi.

Kapolsek Sukawati, Kompol Pande Sugiarta membenarkan bahwa jenazah tersebut ialah I Ketut Kartana.

Sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, kata dia, pihak keluarga telah melaporkan ke Polsek Sukawati bahwa korban dinyatakan hilang sejak Minggu (13/5).

Dalam kesehariannya, kata Kompol Pande, korban memiliki riwayat kelainan jiwa.

“Korban ini sampat dilaporkan hilang oleh keluarganya, tiga hari sebelum ditemukan meninggal. Korban ini sudah bolak-balik rumah sakit jiwa,” ujarnya saat dihubungi via telepon. (*) 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help