Home »

Video

Gerakan Rakyat Bersatu Lawan Terorisme, Para Sastrawan Baca Puisi Kecam Teroris

Dalam aksi tersebut beberapa sastrawan membacakan puisi yang intinya mengecam segala bentuk terorisme.

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dengan adanya beberapa aksi terorisme berturut-turut di Surabaya, beberapa komponen pemuda dan masyarakat yang terdiri dari GP Anshor, IHDN, KMHDI Bali, PKMRI cabang Denpasar, GMNI, Pemuda Katolik, HAMI bersatu Bali, BEM FISIP Unud, Manikaya Kauci, Seniman dan Sastrawan serta akademisi melakukan aksi damai menolak segala bentuk terorisme di depan Catur Muka, Denpasar, Bali,  Selas (15/5/2018) sore.

Mereka menamakan diri Gerakan Rakyat Bersatu Lawan Terorisme.

Dalam aksi tersebut beberapa sastrawan membacakan puisi yang intinya mengecam segala bentuk terorisme.

Sastrawan tersebut seperti Muda wijaya, Wayan Jengki Sunarta, dan Kim al Ghozali.

"Teror, luka, ketakutan dan amarah bercampur aduk dalam rentetan teror yang tidak berhenti. Keluarga sebagai hulu proses pertumbuhan anak kini telah diracuni oleh paham radikalisme, sehingga dalam kehidupan kita dupenuhi kebencian dan permusuhan terhadap mereka yang tidak berjalan dalam jalur sama. Insiden di Surabaya menjadi bukti paling sahih yang bisa kita sakisikan bersama," kata koordinator aksi Eduardo Edwin Ramda dalam aksi tersebut.

Oleh karena itu, para peserta aksi pun menyampaikan sikap terhadap aksi terorisme ini.

Mereka mendesak disahkannya RUU Anti Terorisme.

Mendukung TNI/ POLRI memberantas terorisme dan radikalisme sampai ke akar-akarnya.

Menindak tegas tokoh penebar ujaran kebencian.

Mereka juga mengecam media yang memberi ruang kepada kelompok radikal dan silent terrorism.

Dan mereka juga berharap pencegahan terorisme dimulai dari lingkungan keluarga.

Di sela-sela aksi mereka juga membagikan bunga kepada petugas yang menjaga kelancaran aksi.

Enam petugas mendapatkan bunga mawar dari peserta aksi. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help