Ini Pekerjaan yang Akan Hilang di Era Digital

Menurut Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra, di era revolusi digital atau era informasi ini, mereka yang menguasai informasi akan menguasai dunia

Ini Pekerjaan yang Akan Hilang di Era Digital
Tribun Bali/Putu Supartika
Dialog kebangsaan Hari Kebangkitan Nasional ke-110, di Dinas Kominfo Provinsi Bali, Rabu (16/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini kita telah memasuki era digital, dimana dunia ada dalam genggaman.

Sebagaimana dikatakan oleh Ketua PWI Bali, IGMB Dwikora Putra, di era revolusi digital atau era informasi ini, mereka yang menguasai informasi akan menguasai dunia.

Barang siapa yang menguasai informasi ia yang akan menguasai dunia.

"Di era digital ini, barang siapa yang menguasai informasi, ia yang akan menguasai dunia," katanya dalam dialog kebangsaan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 di Dinas Kominfo Provinsi Bali, Rabu (16/5/2018).

Dari sumber yang ia dapatkan, 71 juta pekerjaan akan hilang karena era digital dan hanya 2.1 juta pekerjaan baru yang tumbuh yaitu bidang matematika, teknik dan komputer.

Sementara itu, ia menambahkan, menurut survei dari perusahaan ketenagakerjaan AS, Career Trend diprediksi akan ada 10 pekerjaan yang akan tergerus karena era digitalisasi pada tahun 2018.

Adapun pekerjaan tersebut yaitu agen perjalanan, kasir, pekerjaan percetakan, nelayan, pekerja di bidang industri perhiasan, petani, pegawai pos, sopir pribadi, jurnalis siaran, dan loper koran serta pizza.

"Saat ini beberapa media juga telah beralih ke media cyber yang akan muncul nanti menjadi media mainstream mengalahkan media cetak, radio, maupun televisi," imbuhnya.

Dwikora Putra juga memaparkan, ada dampak positif dan negatif dari era digital ini.

Dampak positif yang diperoleh antara lain informasi menjadi lebih mudah dan lebih cepat diakses, tumbuhnya inovasi dari berbagai bidang dengan proses yang mudah, bermunculan media informasi berbasis internet, peningkatan kualitas SDM dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, serta memberi kemudahan dalam berbagai sektor pekerjaan.

Adapun dampak negatifnya pelanggaran HAKI akan semakin mudah, terjadinya penyalahgunaan informasi karena mudah diakses, berpengaruh terhadap moralitas, dan penyebaran HOAX semakin marak. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help