Kecelakaan Maut di Buleleng, Bocah 9 Tahun Tewas, Terpental Bersama Ibunya

Nyawa seorang bocah berumur 9 tahun, yang diketahui bernama Putu Kela Sariana tidak dapat tertolong, setelah sempat dilarikan ke RSUD Buleleng.

Kecelakaan Maut di Buleleng, Bocah 9 Tahun Tewas, Terpental Bersama Ibunya
Istimewa
Anggota satuan lalu lintas Polres Buleleng saat melakukan olah TKP kecelakaan yang terjadi di Jalur Singaraja-Jagaraga Kilometer 11, atau lebih tepatnya di Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kecelakaan lalu lintas hingga menelan korban jiwa, terjadi di Jalur Singaraja-Jagaraga Kilometer 11, atau lebih tepatnya di Dusun Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Buleleng, Bali pada Rabu (16/5/2018) sekira pukul 09.00 wita.

Nyawa seorang bocah berumur 9 tahun, yang diketahui bernama Putu Kela Sariana tidak dapat tertolong, setelah sebelumnya sempat dilarikan ke RSUD Buleleng.

Kasat Lantas Polres Buleleng, AKP Putu Diah Kurniawandari mengatakan, lakalantas ini mulanya terjadi saat bocah yang dibonceng oleh ibunya bernama Luh Sinari (38) itu melaju dengan sepeda motor Honda Vario DK 3352  UA, dari arah
utara (arah Desa Girimas) menuju ke selatan (arah Desa Jagaraga).

Namun nahas, dari arah yang bersamaan muncul mobil Pick-Up DK 9121 DI yang dikemudikan oleh Wayan Merta (47).

Mobil tersebut berniat untuk menyalip motor yang ditunggani oleh Luh Sinari dan anaknya.

Namun apes, saat hendak menyalip itu muncul sebuah mobil yang tidak diketahui identitasnya, dari arah yang berlawanan.

Alih-alih ingin menghindari terjadinya kecelakaan antara mobil yang tidak diketahui identitasnya itu, mobil pick-up justru menyerempet motor yang dikendarai oleh Luh Sinari dan anaknya.

Praktis kedua korban terpelanting dari sepeda motornya.

Hingga menyebabkan Luh Sinari mengalami luka pada bagian  lutut kanannya,  cidera kepala berat (CKB) dan hingga berita ini ditulis belum sadarkan diri.

Sedangkan anaknya, Putu Kela Sariana mengalami cidera kepala berat, dan dinyatakan meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Buleleng

"Akibat kecelakaan ini, selain menimbulkan satu korban jiwa, kerugian meteri ditafsir mencapai Rp 200 ribu," ungkap AKP Diah.

Kini, pihak kepolisian sebut AKP Diah masih melakukan porses penyelidikan dan penyidikan terhadap sejumlah saksi, termasuk si pengendera mobil pick-up.

"Barang bukti sudah diamankan. Pengendara pick-up juga sudah. Saat ini yang bersangkutan masih dimintai keterangannya di Mako," tutup AKP Diah. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help