Kisah Miris 3 Wanita yang Dijadikan Obyek Pemuas Nafsu ISIS, Ungkapkan Kekejian Ini

Mengenal ISIS dari Internet, NKD tergiur dengan kehidupan di sana yang tampak begitu damai sehingga membuatnya semakin ingin berhijrah.

Kisah Miris 3 Wanita yang Dijadikan Obyek Pemuas Nafsu ISIS,  Ungkapkan Kekejian Ini
http://dailysignal.com
(Ilustrasi) Kakak beradik, Yazidi, yang berhasil melarikan diri dari tahanan ISIS, duduk di kamp pengungsi di pinggiran provinsi Duhok 3 Juli 2015. Ratusan wanita, pria dan anak-anak ditangkap ISIS sebagai tahanan. (Foto: Stringer / IRAK / REUTERS / Newscom) 

Saat itu mereka diberitahu akan menjadi bagian dari pertukaran tahanan.

Namun, Habib kemudian mendapati bahwa apa yang diucapkan ISIS bohong, mereka justru dijual untuk dijadikan budak pemuas nafsu belaka.

Baca: Wanita Mantan Simpatisan ISIS Beberkan Tipu Muslihat ISIS, Ungkap Fakta Mengejutkan Ini

Pada penjualan ke lima, ternyata Habib dibeli oleh anggota Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dan membawa mereka keluar dari Provinsi Deir el-Zor.

Habib kemudian tinggal selama empat bulan di sebuah pengungsian sebelum bertemu kembali dengan sang ayah di Erbil.

Habib kemudian berniat untuk membagikan kisahnya dan membantu para wanita lainnya yang masih menjadi tawanan ISIS.

3. Farida Abbas Khalaf

Awalnya ia merupakan mahasiswa biasa di Irak, namun hidupnya berubah pada 2014.

Kepada Daily Mirror Khalaf bercerita ketika itu kelompok ISIS menyerang desanya.

Setiap laki-laki yang ada di desanya dibunuh, sementara para perempuan ditawan dan dibawa ke Raqqa yang merupakan ibukota ISIS di Suriah.

Baca: Viral! Reaksi Walikota Risma dengar Serangan Bom di Polrestabes, Menunduk dan Berusaha Tegar

Setiap hari, Khalaf tidak sekadar disiksa dan disuruh melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga, ia juga menjadi budak pemuas nafsu kelompok radikal tersebut.

Selama dua bulan pertama Khalaf menerima perlakuan tidak manusiawi yang membuatnya kesulitan berjalan dan terluka.

Khalaf juga mengaku jika ia pernah dijual dari anggota ISIS ke anggota ISIS lainnya.

Kesempatan kabur terbuka ketika salah satu petinggi ISIS bakal membunuhnya.

Khalaf dan lima perempuan Yazidi lainnya kabur pada malam hari dan mencoba bersembunyi di salah satu rumah warga pada keesokan paginya.

Saat ini, Khalaf dilaporkan tinggal di Jerman dan mulai menata kembali hidupnya.

Ia juga aktif dalam lembaga non profit bernama Yazda yang berusaha membawa anggota ISIS untuk diadili.(*)

Artikel berita ini telah tayang di Grid.id dengan judul Sempat Dijadikan Budak ISIS, 3 Wanita Ini Memiliki Kisah Memilukan

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help