Liputan Khusus

Koral Dari Bali Terbanyak Dari Serangan, Nelayan Jual Rp 10 Ribu, Pengusaha Jual 7 Dollar AS

Serangan banyak dipilih oleh para pengusaha karena letaknya yang strategis, dan dekat dengan Bandara Ngurah Rai.

Koral Dari Bali Terbanyak Dari Serangan, Nelayan Jual Rp 10 Ribu, Pengusaha Jual 7 Dollar AS
Istimewa
Transplantasi-Kegiatan transplantasi koral yang dilakukan oleh sebuah perusahaan ekspor koral di Denpasar. Perdagangan koral dihentikan sejak awal Mei lalu oleh pemerintah, sehingga puluhan perusahaan terancam bisnisnya, dan ratusan nelayan juga bisa kehilangan mata pencaharian. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dari 53 eksportir koral di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Koral Karang dan Ikan Hias Indonesia (AKKII), ternyata sebagian besar melakukan transplantasi di Bali.

Sedikitnya ada 20 eksportir dari Bali yang melakukan kegiatan transplantasi di sini.

Mereka kebanyakan mengambil lahan di laut Serangan, Denpasar.

Dalam hal ini, Bali adalah salah-satu wilayah transit untuk kegiatan ekspor koral.

Para eksportir koral di Bali biasanya mengambil koral alam dari Sulawesi, NTB, NTT, dan Jawa Tengah.

Dalam proses pengiriman dari daerah asal koral ke daerah transit di Bali, para pengusaha harus mengantongi dokumen berupa Surat Izin Angkut Satwa Dalam Negeri yang dikeluarkan oleh BKSDA.

“Jadi tidak sembarangan. Semua harus ada prosedurnya. Kalau tidak, mungkin ketangkap saat proses ke tempat transitnya. Untuk pengambilan koral itu sudah ada zonanya. Sudah ditentukan. Kita tidak bisa sembarangan ngambil. Di Bali kita tidak bisa ngambil, karena di Bali bukan daerah pengambilan koral,” kata pengusaha ekspor koral, Agus Joko Supriatna, pekan lalu.

Sementara itu, pegiat budidaya terumbu karang I Wayan Patut membenarkan bahwa tempat transplantasi terbesar di Bali saat ini ada di Serangan, Denpasar.

Serangan banyak dipilih oleh para pengusaha karena letaknya yang strategis, dan dekat dengan Bandara Ngurah Rai.

“Dari Serangan ke bandara berapa jam, kan dekat. Kalau dari Buleleng ke bandara kan jauh, makanya Serangan dipilih,” jelas Patut.

Namun demikian, disebut Patut bahwa pelaku transplantasi koral di Serangan kebanyakan adalah “kacung” pengusaha.

Dalam arti, pengusaha memanfaatkan nelayan untuk kegiatan transplantasi. Misalnya, per biji (pcs0 nelayan menjual ke pengusaha sebesar Rp 10 ribu.

“Tapi pengusaha menjualnya 7 dolar AS atau setara Rp 70 ribu ke luar negeri,” kata Wayan Patut.(win)

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help