Tanaman Padi Rata dengan Tanah Diduga Tersapu Angin Kencang

Sawah ladang petani di Jalan Dewi Sri Gg Jeruk III, Batubulan, Gianyar, Rabu (16/5/2018) pagi tadi, tampak rata dengan tanah

Tanaman Padi Rata dengan Tanah Diduga Tersapu Angin Kencang
Tribun Bali/Busrah Ardans
Kondisi sawah petani, Rabu (16/5/2018) di Jalan Dewi Sri Gg Jeruk III, Batubulan, Gianyar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sawah ladang petani di Jalan Dewi Sri Gg Jeruk III, Batubulan, Gianyar, Rabu (16/5/2018) pagi tadi, tampak rata dengan tanah diduga akibat tersapu angin kencang.

Tanaman padi yang mudah tumbang tersebut sudah tampak 'tidur' sejak beberapa hari lalu, kemungkinan karena terpaan angin kencang.

Dari pantauan tribun-bali.com yang melintasi lokasi tersebut, sawah yang luasnya sekitar seperlima dari lapangan sepak bola itu hampir seluruhnya rata.

Bisa jadi tribunners juga merasakan angin kencang akhir-akhir ini.

Beberapa waktu lalu tribun-bali.com sudah mengkonfirmasi BBMKG Wilayah III Denpasar dan membenarkan adanya fenomena angin kencang.

I Wayan Wirata mengatakan, angin kencang yang terjadi tidak seperti biasanya di Pulau Dewata akibat adanya Monsoon Australia yang sedang aktif.

"Angin kencang akhir-akhir ini itu diakibatkan Monsoon Australia yang sedang aktif, dan memang daerah selatan seperti Jawa, Bali, NTB dan NTT mengalami angin yang lumayan kencang," jelas Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar itu.

Ia menambahkan, dilihat dari pemodelan cuaca untuk 3 hari kedepan masih berlangsung angin kencang.

"Dan untuk puncak Monsoon Australia terjadi pada bulan Juni, Juli, Agustus," ungkapnya.

Monsoon itu sirkulasi tahunan, dimana pada Monsoon Australia angin yang bertiup didominasi oleh timur-tenggara, yang terjadi pada bulan Maret-Oktober.

Sementara pada angin Monsoon Australia ini, identik dengan musim kemarau karena angin membawa massa udara kering. (*)

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help