Teror Bom di Surabaya

Tiap Minggu Dicekoki Doktrin Terorisme, Polisi Ungkap Ada 1 Anak yang Tolak Ikut Ajaran Orangtuanya

Polisi menemukan sejumlah bahan peledak ketika melakukan penggeledahan di rumah Tri Murtiono, pengebom Polrestabes Surabaya.

Tiap Minggu Dicekoki Doktrin Terorisme, Polisi Ungkap Ada 1 Anak yang Tolak Ikut Ajaran Orangtuanya
Istimewa/Sumber kepolisian
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya 

Saat dilakukan penggeledahan di rumah Tri Murtiono, warga diminta mengosongkan rumahnya karena alasan keamanan.

"Tolong semua warga mengosongkan rumah hingga radius 350 meter, ini untuk keselamatan kita bersama," ujar polisi melalui pengeras suara. 

Seketika warga yang sebelumnya bertahan di dalam rumah langsung keluar. Mereka menjauh hingga radius yang di tentukan.

"Ayo Bu cepat menjauh, ini katanya ada bom di sana (menunjuk ke arah kontrakan Tri Murtiono)," ucap seorang warga pada warga yang lain.

Pada awal penggeledahan hanya terdapat satu mobil Tim Gegana, namun pada sekira pukul 12.50 WIB ada satu tambahan mobil gegana di area penggeledahan.

Selang 10 menit kemudian, satu unit mobil pemadam kebakaran muncul dan menarik selang air hingga di area depan rumah kontrakan Tri Murtiono.

Beberapa saat sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, Tri Murtiono ternyata masih sempat memesan air galon. Ia bahkan menceramahi penjual air galon yang mengirim barang ke rumahnya.

Kasida (54), penjual air galon mengungkapkan, Tri Murtiono memesan air galon pada Minggu malam. "Saya antarkan pesanan pada Senin pagi, sekitar pukul 06.00," ujar Kasida.

Saat obrolan tersebut terjadi, diluar dugaan, Kasida juga diceramahi dan mendapat pengertian tentang agama dari Tri Murtiono.

"Ia bilang hidup itu dipasrahkan saja pada Allah, jangan terlalu mengejar dunia. Ia juga menyampaikan beberapa Hadist, tapi karena saya juga kurang paham hanya manggut manggut saja," ucapnya.

Sekira 30 menit mengobrol, Tri Murtiono mengaku hendak segera berangkat kerja. Kasida baru tahu Tri menjadi pengebom bunuh diri ketika sejumlah polisi mendatangi rumah tersebut Senin malam. (surya/tim)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Tiap Minggu Didoktrin Terorisme, Rumah Kontrakan Tri Penuh Peledak

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help