Dijanjikan Hidup Sejahtera di Suriah, Nyatanya Nurshadrina Tinggal di Asrama Kotor Tak Layak Huni

Nurshadrina secara pribadi fighter ISIS menganggap perempuan hanyalah sebagai 'pabrik anak' saja,

Dijanjikan Hidup Sejahtera di Suriah, Nyatanya Nurshadrina Tinggal di Asrama Kotor Tak Layak Huni
youtube
pengakuan mantan simpatisan isis 

Laporan Wartawan Grid.ID, Elizabeth Ayudya RR

TRIBUN-BALI.COM - Aksi teroris di Indonesia masih menjadi momok mengerikan.

Masih terniang bagaimana dasyatnya tragedia bom Bali 1, kini Kota Pahlawan menjadi sasarannya.

Bom bunuh diri di tiga Gereja di Surabaya masih menjadi sorotan publik.

Ledakan tersebut mengundang beragam persepsi masyarakat.

Dikutip dari Tribun Jatim, adik kandung Amrozi sekaligus eks anggota teroris dari kelompok Moro Islamic Liberation Front (MILF), Ali Fauzi berpendapat bahwa kelompok di Surabaya berafiliasi dengan Islamic State of Iraq ad Syria (ISIS).

Baca: Sahabat Wakapolri Jadi Korban Teroris Bertopeng Di Mapolda Riau

Diketahui, ISIS merupakan gerakan radikalisme yang masih mencoba merongrong keutuhan NKRI.

Sudah banyak WNI yang terbuai akan iming-iming yang diberikan ISIS.

Dalam talkshow 'Rosi' di Kompas TV, seorang wanita eks simpatisan ISIS, Nurshadrina Khaira Dhania (20) mengamini hal itu dan membeberkan pengalamannya.

Baca: Informasi Terbaru : Dita Supriyanto Disebut Bukan Otak Bom di Surabaya, Seniornya Kini Masih Buron

Nurshadrina bercerita, mulanya ia tergiur dengan ajakan pamannya, Djoko Wiwoho yang juga simpatisan ISIS.

Halaman
123
Editor: Vita Nabdiyana
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help