Citizen Journalism

Mahasiswa Denpasar Serukan Lawan Terorisme

Mereka mengajak warga Indonesia, khususnya warga Bali untuk tidak takut terhadap terorisme.

Mahasiswa Denpasar Serukan Lawan Terorisme
Istimewa
Puluhan mahasiswa Denpasar yang tergabung dalam GMNI Denpasar dan Lembaga Mahasiwa Fakultas Hukum Unud menggelar aksi serukan lawan terorisme, di bundaran patung Catur Muka, Denpasar, Bali, Selasa (15/5/2018) lalu. 

Oleh: Sandy Chahaya
Warga Jalan Hang Tuah, Denpasar

DENPASAR - Sekitar 30 mahasiswa Denpasar yang tergabung dalam GMNI Denpasar dan Lembaga Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) berkumpul di bundaran patung Catur Muka di kawasan Dangin Puri Kauh, Denpasar, Bali, Selasa (15/5/2018) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Mereka mengajak warga Indonesia, khususnya warga Bali untuk tidak takut terhadap terorisme.

Acara dimulai dengan kegiatan pembacaan orasi, menyanyikan lagu perjuangan mahasiswa dan lagu nasional, menyalakan lilin, pembagian bunga kepada warga yang melintas dan permintaan tanda tangan warga.

Anak Agung Ngurah Deva Ekada Saputra, satu diantara mahasiswa mengatakan, mereka menggelar kegiatan yang memiliki simbol atau arti sendiri, seperti misalnya menyalakan lilin yang merupakan perwujudan rasa semangat mereka yang mungkin seperti api kecil dari lilin tersebut, jika digabungkan akan menjadi kekuatan yang besar.

Harapannya, berawal dari 30 orang mahasiswa ini, bila menggabungkan kekuatan dengan aksi deklarasi yang sama, bisa menjadi kekuatan yang besar.

Pembagian bunga mawar, kata Deva, melambangkan cinta kasih terhadap sesama sekaligus merah bunga mawar melambangkan perlawanan terhadap terorisme.

Pengumpulan tanda tangan dilakukan untuk berinteraksi dengan masyarakat dan merupakan permintaan dukungan dari warga untuk mempunyai semangat yang sama. Sampai kegiatan selesai terkumpul 200 tanda tangan warga.

"Kami berharap tokoh-tokoh masyarakat khususnya di Bali, jangan takut karena kita punya tujuan yang sama dan keinginan yang sama untuk melawan terorisme. Begitu pula masyarakat agar tidak cemas. Jangan takut dan jangan mudah percaya terhadap berita hoax, tetapi supaya lebih aktif bekerja sama dengan pihak kepolisian, terutama bila melihat aktivitas mencurigakan," kata Deva. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help