Home »

Video

Ombudsman Bali Konsisten Gelar Pemaparan Visi Misi Calon Pejabat Publik

Tiga tahun sudah Ombudsman Provinsi Bali tercatat telah melakukan kegiatan mengundang calon pejabat publik untuk memaparkan visi misinya

Ombudsman Bali Konsisten Gelar Pemaparan Visi Misi Calon Pejabat Publik
Tribun Bali/Busrah Ardans
Penandatanganan komitmen dari calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 sebagai bentuk komitmen sebagai pejabat publik di Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali, Kamis (17/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tiga tahun sudah Ombudsman Provinsi Bali tercatat telah melakukan kegiatan mengundang calon pejabat publik untuk memaparkan visi misinya di Kantor Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali.

Berdasarkan keterangan Kepala Ombudsman Provinsi Bali, Umar Ibnu Khattab, pihaknya menginisiasi program tersebut untuk bisa mengetahui dan mengawasi visi misi dari calon pejabat publik.

Kamis, (17/5/2018) pagi tadi sekitar pukul 09.00 Wita giliran Cagub dan Cawagub Provinsi Bali Nomor Urut 2 Mantra-Kerta yang memenuhi undangan Ombudsman, setelah sebelumnya beberapa hari lalu Cagub dan Cawagub Nomor Urut 1 Koster-Ace.

Ditemui Tribun Bali, usai pemaparan visi misi Paslon Mantra-Kerta, Umar mengatakan, sejauh ini hanya Ombudsman Provinsi Bali yang menyelenggarakan aktivitas seperti ini.

"Sejauh ini sih, seperti itu. Calon pemimpin daerah memenuhi undangan Ombudsman untuk pemaparan visi misi. Dan ini tampak efektif apalagi sudah jalan sampai tahun ketiga sejak 2015 lalu," ungkap dia.

Menurutnya, aktivitas seperti ini efektif karena respon dari pemimpin terpilih yang cepat ketika ada aduan dari masyarakat.

"Begini, karena kita sudah mencatat visi misi mereka dari pemaparan ini dan misalkan ada pengaduan warga terkait pelayanan publik itu, langsung kami surati ke pemimpin terpilih tersebut. Dari pengalaman sebelumnya respon mereka cepat, karena mereka tahu sudah pernah paparkan visi misi di Ombudsman," jelasnya.

Beda dengan Ombudsman di daerah lain, di Bali pihaknya ingin berinteraksi lebih awal.

"Kami mencoba berhubungan lebih awal dengan calon pemimpin di daerah, sehingga kami mengambil inisiatif mengadakan pertemuan ini dengan calon gubernur maupun bupati. Jika sudah lebih awal bertemu itu akan lebih mudah dicermati dan dilakukan pengawasan, juga diukur. Oleh karena itu nantinya bisa ditagih," imbuhnya.

Kalau selama ini ungkapnya, Ombudsman hanya bisa melihat kampanye dari media, kini bisa langsung di kantor sendiri.

"Kalau kampanye kan, kami gak bisa ikut. Kalau ikut kan, kesannya mendukung, jadi kami undang saja ke kantor Ombudsman. Kalau ditampilkan di media kan, hanya sebagian dan takutnya akan terdistorsi. Jadi dipaparkan di sini lebih jelas," terang Umar.

Dari paparan tersebut ada juga penandatanganan komitmen dari calon gubernur dan wakil gubernur sebagai bentuk komitmen mereka sebagai pejabat publik. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help