Home »

Video

Satu-Satunya Sandera di Mako Brimob Yang Selamat Beri Kesaksian Mengerikan ‘Saya 99 Persen Mati’

Bripka Iwan saat itu berharap jika rekan-rekannya mengetahui jika masih ada anggotanya yang masih hidup.

Satu-Satunya Sandera di Mako Brimob Yang Selamat Beri Kesaksian Mengerikan ‘Saya 99 Persen Mati’
Istimewa
Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) saat menjenguk Bripka Iwan Sarjana di RS Bhayangkara R Said Sukanto, Jakarta, Sabtu (12/05/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok yang terjadi pada Selasa (8/5/2018) meniggalkan perasaan duka mendalam.

Peristiwa itu telah menewaskan Anggota Densus 88.

Namun ada satu Anggota Densus 88 yang selamat yakni, Bripka Iwan Sarjana yang hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca: Mengejutkan, Polisi Sebut Seluruh Daerah di Indonesia Terkontaminasi ISIS, Kecuali 2 Wilayah Ini

Baca: Polri Minta Bantuan TNI, Ini Kekuatan Pasukan Anti-teror Elit TNI Siap Menumpas Teroris di NKRI

Baca: Fakta Mengejutkan Istri Terduga Teroris, Diancam Cerai Bila Tak Bercadar

Pada acara Indonesia Lawyers Club tvOne pada Selasa (15/5/2018) Bripka Iwan membagikan kesaksiannya melalui video yang direkam di rumah sakit.

Video itu juga telah diunggah pada saluran Youtube Indonesia Lawyers Club tvOne pada hari yang sama.

Awal video tersebut Bripka Iwan menjelaskan kondisi saat dirinya tengah disandera.

Baca: Ais, Anak Korban Bom Bunuh Diri Di Mapolrestabes Surabaya Diakui Sang Kakek, Tapi Kondisinya Miris

Baca: Informasi Terbaru : Dita Supriyanto Disebut Bukan Otak Bom di Surabaya, Seniornya Kini Masih Buron

"Paling yang saya dengar saya disandera, ditutup mata saya jadi tidak bisa melihat dan bergerak karena kaki dan tangan diikat," ujar Bripka Iwan.

"Saya hanya mendengar salah satu teroris mengatakan di situ ada temanmu, adikmu yang masih muda itu saya interogasi tidak mau langsung saya eksekusi, dia minta langsung ditembak saja daripada saya diinterogasi," jelas Bripka Iwan.

Iwan mengaku tidak mengenal siapa teroris yang mengajak dirinya berbicara tersebut.

Ketika ditanya suasana saat itu, Bripka Iwan menjawab sangat mencekam sekali, diantara hidup dan mati.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help