Teror Bom di Surabaya

Terkait Aksi Bom Bunuh Diri di Surabaya, Begini Pernyataan Angkatan Muda Kristen Jatim

Aksi serangan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo meninggalkan Luka berbagai elmen masyarakat, tidak terkecuali GAMKI Jatim.

Terkait Aksi Bom Bunuh Diri di Surabaya, Begini Pernyataan Angkatan Muda Kristen Jatim
Kolase Tribun Bali
Bom Gereja Surabaya 

TRIBUN-BALI.COM - Sepekan terakhir ini, Indonesia dan dunia dikejutkan oleh aksi terorisme yang terjadi di Surabaya.

Pada Minggu (13/05/2018) pagi terjadi tiga kali bom bunuh diri, yang objeknya adalah tiga gereja di Surabaya. Kemudian malamnya lagi-lagi terjadi bom bunuh diri di salah satu rusun di Sidoarjo. 

Baca: Disebut Jadi PSK dengan Bayaran Puluhan Juta, Shinta Bachir Akhirnya Ungkap Alasannya Buka Aurat

Baca: Polisi Gerebek Rumah Kontrakan Bekas Pelaku Bom Thamrin, Tak Disangka Ini yang Ditemukan

Baca: Del Piero; Gampang Saja Kalau Indonesia Mau Lolos ke Piala Dunia, Cukup Lakukan Hal Ini

Pelaku rentetan bom bunuh diri ini pun diketahui berasal dari satu kelaurga melibatkan, ayah, ibu dan anak-anak.

Aksi serangan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo meninggalkan luka dan kesedihan berbagai elmen masyarakat, salah satunya Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Jatim.

GAMKI mengutuk aksi keji yang dilakukan pelaku.

Sekretaris GAMKI, Libertus Atmo Wijaya yang mendatangi Polda Jatim bersama Forum Kebangsaan se-Jatim menuturkan, organisai kekristenan mengutuk keras teror.

Meski demikian, pihaknya tidak merasa dendam terhadap pelaku.

"Kami ampuni, kami mengasihi orang yang melakukan teror ke gereja pada hari Minggu lalu," kata Libertus di Mapolda Jatim, Kamis (17/5/2018).

Menurut Libertus, pelaku bom bunuh diri ini juga merupakan bagian bangsa Indonesia.

"Kami berharap tak terjadi lagi pristiwa ini (bom). Kami juga mendukung semua langkah yang dilakukan kepolisian," harap Libertus.

Koordinator Forum Kebangsaan Jatim, Ahmad Nur Aminun menuturkan, aksi bom bunuh diri di tiga gereja dan Polrestabes Surabaya prihatian atas peristiwa ini.

"Masyarakat jadi stigma negatif terhadap warga yang pakai kerudung dan bercadar. Teror musuh bersama dan harus di basmi, ini tragedi kemanusian," terang Ahmad.

Forum Kebangsaan mendukung penuh langkah polisi dan TNI usut tuntas peristiwa ini. Bahkan, jika diminta membantu pengamanan ibadah gereja, pihaknya siap.

"Kalau kepolisian minta kami.dilibatkan, OKP siap bantu," tegas Ahmad.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Gereja Dibom, Pemuda Kristen : Kami Ampuni dan Kasihi Pelaku Bom, 

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help