Pilgub Bali 2018

Warga Minta Koster Selesaikan Krisis Air di Kintamani

Simakrama kali ini dihadiri warga dari tiga desa di Kecamatan Kintamani yaitu, Desa Abangsongan, Abang Batu Dinding, dan Abang Suter.

Warga Minta Koster Selesaikan Krisis Air di Kintamani
Istimewa
Koster dan warga mengacungkan salam satu jari saat simakrama di Desa Abangsongan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Rabu (16/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Calon Gubernur Bali nomor urut 1, Wayan Koster menggelar simakrama di Desa Abangsongan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Rabu (16/5/2018).

Simakrama kali ini dihadiri warga dari tiga desa di Kecamatan Kintamani yaitu, Desa Abangsongan, Abang Batu Dinding, dan Abang Suter.

Tokoh masyarakat Kintamani, Komang Rai Sukaja menyampaikan bahwa Koster merupakan calon gubernur yang paling tepat untuk memimpin Bali lima tahun. Sebab menurut dia, Koster bersama Cok Ace merupakan tokoh pemimpin yang sudah terbukti dan teruji.

 "Pak Koster dan Pak Cok Ace, keduanya sama-sama doktor dan dosen. Kenapa mereka yang paling tepat jadi pemimpin Bali? Karena Bali ke depan membutuhkan pemimpin yang cerdas dan pintar," ungkapnya.

Rai Sujaka menyampaikan, sudah sejak lama desanya selalu kesulitan air bersih. "Air di sini itu sulit. Pemasaran hasil pertanian dan peternakan juga sepertinya perlu mendapatkan bimbingan. Tolong Pak Koster carikan jalan ke luar," pinta Sujaka.

Menanggapi aspirasi warga, Koster berjanji akan menuntaskan persoalan air bersih yang dialami oleh warga Kecamatan Kintamani, khususnya Desa Abangsongan. "Saya sudah dengar kalau air di sini katanya susah, karena harus diangkat dari danau. Dana yang diperlukan Rp 15 miliar. Masalah ini sudah berpuluh-puluh tahun tidak selesai. Saya berkomitmen ini harus diselesaikan," tegas Koster.

Jika pun harus merogoh kocek Rp 15 miliar untuk mengangkat bersih dari danau, Koster tak mempersoalkan hal itu. Sumber dana bisa dari APBN karena ia yang tiga periode menjadi anggota DPR RI memiliki hubungan kedekatan dengan pejabat pusat.

“Pola satu jalur memudahkan kita mendapatkan kebijakan baik itu dari kegiatan maupun anggaran dari pusat. Kalau tidak ada anggaran pusat, kita bisa pakai APBD Bali. Tujuannya hanya satu, persoalan klasik air bersih di Kintamani bisa tuntas,”tegasnya.  Hanya saja, di sisi lain ia akan mengerahkan tenaga ahli untuk mencari sumber air baru selain dari danau. "Kita cari juga sumber baru. Kalau dari bawah ngangkutnya terlalu berat biayanya. Coba kita carikan sumber baru, tapi prinsipnya soal air harus selesai," ujarnya.

Koster juga menyatakan akan mensinergikan pertanian dan peternakan dengan sektor pariwisata. Tiap tahun, jumlah turis yang datang ke Bali mencapai enam juta orang. Jumlah itu harus dimanfaatkan dengan baik agar industri pariwisata bisa memberikan kontribusi bagi sektor pertanian dan peternakan. (wan)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved