Ikut Meriahkan Bali Tattoo Expo 2018, Denu Sentanu: Rasa Sakit Itulah Seninya Ditato

Mengunjungi Bali Tattoo Expo 2018 yang bertempat di Bali Creative Industry Center, Tribun Bali mendatangi Tridatu Tattoo Studio

Ikut Meriahkan Bali Tattoo Expo 2018, Denu Sentanu: Rasa Sakit Itulah Seninya Ditato
Tribun Bali/Busrah Ardans
Keramaian pengunjung Bali Tattoo Expo 2018 di Bali Creative Industry Center (BCIC) Tohpati, Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALIML.COM, DENPASAR - Ketika hadir di Bali Tattoo Expo 2018 yang bertempat di Bali Creative Industry Center (BCIC) Tohpati, Denpasar, Tribun Bali mendatangi satu di antara banyak booth.

Tridatu Tattoo Studio dan bertemu langsung dengan Ownernya yakni Denu Sentanu.

Saat diwawancarai Denu mengungkapkan, dirinya memang sudah menggeluti dunia tatto sejak 7 tahun yang lalu.

Dan saat ini telah memiliki studio tattoo di Kuta.

Ia mengaku lebih menyukai gambar yang realistik dan tradisional.

"Saya pribadi lebih suka realistik, potrait yang kayak gambar wajah itu, sama Balinese. Patung bali, gambar-gambar tradisi Bali, ukir-ukiran Bali saya senengnya itu. Tentu ada nilai keunikan tersendiri," ungkap Denu pagi tadi, Jumat (18/5/2018).

Denu juga berusaha mencari sesuatu yang berbeda dari para tato yang lain.

"Kalau orang Bali saya seperti 'Mabuaka' yang nyari foto-foto sendiri. Misalkan ke Gianyar nyari foto, biar tidak sama dengan tato lainnya, gitu. Karena menurut saya kasian juga sih, tato seumur hidup terus ada tato yang sama gitu, loh." ujar lelaki yang sebagian tubuhnya juga ditato itu.

Ditanya mengenai rasa sakit saat ditato, Denu mengaku kalau itu bagian dari seni.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help