Kisah Haru Lansia yang Tinggal di Tempat Terpencil, 'Ngidih Kamen Besik Anggo Galungan'

Sebuah kisah menyayat hati kembali hadir dan sepatutnya dibaca dan diketahui setiap kita

Kisah Haru Lansia yang Tinggal di Tempat Terpencil, 'Ngidih Kamen Besik Anggo Galungan'
Istimewa
Nenek Wayan Rati dan Adiknya Wayan Gari saat ditemui tim relawan di Karangasem beberapa hari lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebuah kisah menyayat hati kembali hadir dan sepatutnya dibaca dan diketahui setiap kita.

Hadir dari Kabupaten Karangasem tepatnya di Banjar Gambang, Desa Seraya Tengah, Karangasem, Bali.

Nenek Wayan Rati dan Adiknya Wayan Gari.

Kakak beradik itu berusia kira-kira 70 tahun yang kini tengah berjuang melawan getirnya hidup.

Informasi yang diterima Tribun Bali dari I Wayan Andy Karyasa seorang relawan kemanusiaan, yang menulis kehidupan kedua lansia menyayat hati itu.

Keduanya bertahan hidup dengan memakan nasi Jagung yang sebenarnya sudah tidak layak dimakan.

Karyasa bahkan memastikan jika hampir setiap hari keduanya memakan nasi jagung itu.

"Hampir bisa dipastikan kalau setiap hari keduanya makan nasi jagung, karena tidak setiap hari dibawakan makan oleh keluarganya," jelas dia.

Seiap hari mereka makan jagung karena tidak punya beras, jagung itupun kadang dibawa oleh sanak saudaranya.

Halaman
12
Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help