Dua Lansia Bersaudara dengan Gangguan Mental Terima Bantuan Rp 15 juta

I Wayan Andy Karyasa seorang penggiat sosial dan kemanusiaan yang memposting kehidupan dua lansia bersaudara di Karangasem

Dua Lansia Bersaudara dengan Gangguan Mental Terima Bantuan Rp 15 juta
Istimewa
Nenek Wayan Rati dan Adiknya Wayan Gari saat ditemui tim relawan beberapa hari lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Wayan Andy Karyasa seorang penggiat sosial dan kemanusiaan yang memposting kehidupan dua lansia bersaudara di Karangasem, mengaku kini telah terkumpul donasi sebesar Rp 15 Juta.

Saat dihubungi Tribun Bali via telepon, Karyasa bercerita jika beberapa hari lalu timnya ke lokasi untuk survei bahwa kedua lansia tersebut memang hidup serba kekurangan dengan baju dan kain yang lusuh di badan.

Kehadiran tim Karyasa ternyata menarik perhatian Nenek Wayan Reti yang merupakan kakak dari Wayan Gari, untuk meminta kain kamen.

Dengan malu-malu Nenek Wayan Rati meminta dibelikan kain kamen untuk Hari Raya Galungan nanti.

Kisah mengharukan ini kemudian direkam oleh tim relawan.

Hingga akhirnya, pihak Karyasa berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp 15 Juta.

Ia menjelaskan, setiap memposting perihal bantuan kemanusiaan dipastikan banyak yang merespon.

"Pasti banyak yang datang ke lokasi. Ya apa gitu, kalau tidak memberi sembako, ya tunai. Selalu ada saja," kata Karyasa.

Lanjut Karyasa, timnya akan melihat kapasitas bantuan yang akan diberikan, apakah keseluruhan akan diberikan atau akan berbagi lagi ke yang lain.

"Misalkan, pernah di Bangli itu ada satu KK yang sumbangannya capai Rp 100 Juta, nah, kami koordinasikan layakkah mereka dapat segitu banyak, sementara yang lain juga masih kekurangan. Akhirnya kami nego dengan pak camat dapatkah hasil yang sebanyak itu dibagi untuk tabungan dan bedah rumah. Jadi seperti itu, bergantung lagi kalau donaturnya mengkhususkan," terangnya.

Jadi, untuk Nenek Wayan Rati ini kata Karyasa, tidak mungkin langsung diberi Rp 15 Juta, pihaknya akan memberikan dalam bentuk segala kebutuhan pokok dan sembako. 

Pemberian bantuan ini juga akan selalu dikontrol.

"Tidak langsung kami berikan tunai, dalam bentuk lain. Kami juga akan selalu mengontrol," pungkasnya(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help