Gunung Agung Kembali Erupsi Pukul 17.19 Wita, Kolom Abu Capai 1000 Meter

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) wilayah Timur, melaporkan Maha Giri Tohlangkir (Gunung Agung), dilaporkan erupsi

Gunung Agung Kembali Erupsi Pukul 17.19 Wita, Kolom Abu Capai 1000 Meter
Ist
Gunung Agung dilaporkan erupsi pada Sabtu (19/5/2018) pada pukul 17.19 Wita. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) wilayah Timur, melaporkan Maha Giri Tohlangkir (Gunung Agung), dilaporkan erupsi pada pukul 17.19 Wita dengan ketinggian kolom abu 1000 meter di atas puncak gunung, Sabtu (19/5/2018). 

Dari laporan PVMBG disebutkan bahwa kolom abu berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang teramati dari atas puncak Gunung Agung mengarah ke arah tenggara. Hingga saat ini status Gunung Agung masih ditetapkan pada level III atau Siaga. 

Untuk keterangan selengkapnya simak laporan Magma Var berikut ini: 

::: MAGMA-VAR ::::

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNGAPI

PERIODE PENGAMATAN
19-05-2018 12:00-18:00 WITA

GUNUNGAPI
Agung (3142 mdpl),
Karangasem,
Bali

METEOROLOGI
Cuaca berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah tenggara. Suhu udara 25-27 °C dan kelembaban udara 73-82 %.

VISUAL
● Gunung jelas hingga kabut 0-III. Asap kawah bertekanan sedang teramati berwarna putih dan kelabu dengan intensitas sedang dan tinggi 1000 m di atas puncak kawah.
● Teramati letusan dengan tinggi 1000 m dan warna asap putih dan kelabu..

KEGEMPAAN
■ Letusan
(Jumlah : 1, Amplitudo : 10 mm, Durasi : 240 detik)
■ Tektonik Jauh
(Jumlah : 1, Amplitudo : 12 mm, S-P : 36 detik, Durasi : 140 detik)

KETERANGAN LAIN
Erupsi terjadi pada pukul 17:19 WITA, kolom abu condong ke arah tenggara

KESIMPULAN
Tingkat Aktivitas G. Agung Level III (Siaga)

REKOMENDASI
(1) Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.
(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

PENYUSUN LAPORAN
I Dewa Made Merthe Yasa

SUMBER DATA
KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunungapi Agung
https://magma.vsi.esdm.go.id/

Penulis: Ady Sucipto
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved