Terus Digerus Longsor, Penataan Goa Jepang Masih Menunggu Kajian Geologi

Tebing di Goa Jepang, Desa/Kecamatan Banjarangkan, Klungkung berangsur-angsur tergerus oleh longsor

Terus Digerus Longsor, Penataan Goa Jepang Masih Menunggu Kajian Geologi
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Kondisi Goa Jepang, di Desa/Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Jumat (18/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Tebing di Goa Jepang, Desa/Kecamatan Banjarangkan, Klungkung berangsur-angsur tergerus oleh longsor.

Bahkan juga nyaris menggerus pura yang ada diatasnya.

Sementara disisi lain, pihak pemkab tidak berani melakukan pembenahan di sekitar Goa Jepang karena statusnya yang dalam proses menjadi cagar budaya.

Anggota DPRD Klungkung Sang Nyoman Putrayasa, Jumat (18/5/2018) mengungkapkan, tebing yang kerap longsor di kawasan Goa Jepang harus disikapi serius oleh instansi terkait.

Jika dibiarkan, tidak hanya pura di atas Goa Jepang yang berpotensi longsor, tapi Goa Jepang itu sendiri juga berpotensi tertimbun longsor.

"Penetapan status cagar budaya itu memang penting, namun penting juga penanganan longsor terhadap Goa Jepang. Jika tertimbun, apanya yang mau dijadikan cagar budaya?," ujar anggota dewan dari Desa Nyalian, Banjarangkan, Klungkung ini.

Ia memberikan usul, penataan di kawasan Goa Jepang dan penanganan longsor di sekitarnya agar segera dilakukan. 

Saran Putrayasa, sebaiknya penataan dilakukan dengan material yang bisa menampilkan kealamian, seperti membuat dinding-dinding senderan dengan batu andesit.

Ia pun meminta dinas terkait untuk tidak ragu melakukan penataan terhadap Goa Jepang.

Menurutnya, meski tidak ditetapkan sebagai Cagar Budaya, sejarah Goa Jepang tetap akan dikenal.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help